Beranda > Jembatan Gantung Segulung, Menghubungkan Antar Desa

Berita Dibaca 29 kali
Jembatan Gantung Segulung, Menghubungkan Antar Desa

Gambar : Jembatan Gantung Segulung menghubungkan 2 (dua) desa yaitu Desa Segulung dan Desa Tileng


Sesuai dengan progam Nawacita ketiga Presiden Jokowi yaitu, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Jembatan gantung sebagai bagian dari Program Presiden Jokowi untuk pembangunan desa. Dalam mendukung mensukseskan progam nawacita tersebut untuk dapat meningkatkan daya saing nasional, pembangunan infrastuktur jalan dan jembatan merupakan tulang punggung Indonesia dalam pergerakan ekonomi dan menyetarakan pembangunan.

Pembangunan infrastruktur diseluruh Indonesia semata – mata untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara lain sehingga daya saing bangsa bisa terus meningkat, membangun infrastruktur bukan untuk bermewah - mewahan melainkan untuk mengurangi disparitas antar wilayah atau daerah. Dengan kebanyakan topografi desa – desa di nusantara yang memiliki karakteristik daerah yang curam dan ekstrem maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun Jembatan Gantung supaya dapat menghubungkan antar desa atau kawasan terpencil yang dipisahkan oleh kondisi alam yang seperti sungai, lereng, bukit, ataupun jurang.

Keunggulan dari Jembatan Gantung di antaranya fungsi dan kemampuannya yang sangat cocok diterapkan di perdesaan, yaitu fleksibel dan ekonomis. Jembatan Gantung Segulung merupakan jembatan gantung tipe Rigid dengan panjang bentang 120 m, lebar 1,8 m. Jembatan ini terletak di Kabupaten Madiun, Jembatan Gantung Segulung menghubungkan 2 (dua) desa yaitu Desa Segulung dan Desa Tileng, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi JawaTimur.