Beranda > Jelang Nataru 2022, BBPJN Jatim-Bali Gelar Koordinasi Akhir Tahun

Berita Dibaca 375 kali
Jelang Nataru 2022, BBPJN Jatim-Bali Gelar Koordinasi Akhir Tahun

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali kembali menggelar rapat koordinasi (Rakor) menjelang akhir tahun 2022. Rakor diselenggarakan di Malang selama 2 hari, Senin-Selasa (7-8/11). Rakor dibuka oleh Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali, Apri Artoto, ST., MPPM., dan dihadiri oleh para pejabat administrator, kepala satuan kerja, sub koordinator serta pejabat pembuat komitmen di lingkungan balai. 


Dalam sambutannya, Apri menyampaikan amanat dari Menteri PUPR pada Raker Ditjen Bina Marga TA. 2022 yang lalu bahwa balai memiliki fungsi utama yang vital dalam penyelenggaraan jalan. “Balai Besar atau Balai Pelaksanaan Jalan Nasional harus menjalankan 3 peranan yang sangat penting, yaitu sebagai Regional Road Manager, Road Construction Manager, dan Road Programmer,” jelas Apri. 
Lebih lanjut, Apri menyampaikan bahwa sebagai Regional Road Manager, balai memiliki tugas menjaga performa dan pembinaan jalan daerah.

Adapun sebagai Road Construction Manager, balai bertugas sebagai pelaksana, pengawasan dan pasca konstruksi jalan dan jembatan. Sementara sebagai Road Programmer, balai diharapkan memiliki sense orientasi kualitas, memahami fungsi kawasan prioritas, lingkungan dan juga berorientasi pada estetika.

Merujuk pada fungsi terakhir, Apri meminta agar Satker dan PPK meningkatkan kualitas dan memperhatikan estetika pekerjaan jalan jembatan termasuk konstruksi pendukungnya sebagai bentuk beautifikasi dan kepedulian lingkungan dapat berupa penghijauan.


Memasuki akhir tahun 2022, isu cuaca ekstrem menjadi salah satu isu pembahasan dalam Rakor. Apri menekankan bahwa dalam menghadapi cuaca ekstrem, Satker dan PPK agar lebih responsif melaporkan berbagai tindakan penanganan darurat bencana di wilayah kewenangannya. “Satker dan PPK agar selalu siaga dan waspada pada lokasi rawan longsor dan rawan banjir supaya mempersiapkan langkah pencegahan dan tindak lanjut penanganan pada lokasi yang terjadi longsor tebing dan lereng supaya aktifitas lalu lintas pengguna jalan tetap berfungsi,” jelas Apri.


Menjelang akhir tahun, isu yang akan dibahas adalah terkait persiapan NATARU. Apri berpesan Satker dan PPK agar menyiapkan jalan agar bebas dari lubang, mewaspadai bottle neck atau penyempitan yang akan berdampak kemacetan dan lakalantas. “Masing-masing PPK perlu menyiapkan posko siaga NATARU dengan perlengkapan standar, seperti kotak P3K, ruang istirahat, toilet, mushola, dispenser/air mineral, peralatan material dan petugas piket,” tutup Apri.