Beranda > Jaga Keamanan Pengguna Jalan, 3 Jembatan Bali diganti

Berita Dibaca 289 kali
Jaga Keamanan Pengguna Jalan, 3 Jembatan Bali diganti

Jalan dan jembatan sepertinya tidak akan terpisahkan satu sama lain ibarat ungkapan “lengket kaya perangko“ karena dalam infrastruktur, jalan dan jembatan sama – sama mempunyai peran penting baik dari segi ekonomi, sosial, budaya suatu daerah. Selain mampu menghubungkan daerah yang terpisah karena halangan semisal sungai, jurang, perlintasan sebidang, jembatan juga mampu mempersingkat waktu tempuh masyarakat dari satu tempat ketempat yang lain tanpa mengharuskan masyarakat sekitar untuk menempuh jarak yang cukup jauh agar sampai ketempat tujuan.

Mari kita membayangkan sejenak, apa yang terjadi jika jembatan yang sering kita lewati selama bertahun – tahun mengalami kerusakan bahkan ambruk, dampak yang begitu besar pasti akan dirasakan apa lagi jika jembatan tersebut berada dijalur utama untuk logistik.

Mencegah sedari dini daripada terjadi sesuatu, mungkin ini istilah yang tepat digunakan pada paket penggantian jembatan di ruas Sp. Cokroaminoto – Sp. Tohpati lebih tepatnya di jalan Gatot Timur, Denpasar, Bali.

Sebagai informasi pada ruas Sp. Cokroaminoto – Sp. Tohpati ada tiga jembatan rangka baja yang melewati tiga sungai yaitu Tukad Bindu, Tukad Ayung, Tukad Penatih, dengan tiga jembatan rangka baja yang memiliki lebar perkerasan 7 meter (2 lajur) sedangkan lebar perkerasan jalan 14 meter (4 lajur, 2 jalur). Hal ini menyebabkan adanya penyempitan jalan ketika melewati ketiga jembatan tersebut. 

Berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama menjaga kemantapan jalan dan jembatan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur – Bali ( BBPJN Jatim – Bali ) melalui PPK 3.2 Prov. Bali ( Sp. Cokroaminoto – Sp. Tohpati – Kosamba – Nusa Dua – Uluwatu ) melakukan penggantian pada tiga jembatan.

Penggantian ketiga jembatan tersebut bukan tanpa alasan, Mokhamad Solthon, ST.MT selaku PPK 3.2 Prov. Bali mengatakan di ruas jalan tersebut merupakan ruas terbuat merupakan salah satu jalur utama logistik lintas selatan pulau bali yang melayani distribusi barang khususnya kawasan Indonesia bagian tengah.

” Kalau secara fisik jembatan itu typenya rangka baja Australian dan letaknya di salah satu jalur utama logistik, kemudian sering dilewati kendaraan muatan berlebih dan terdapat beberapa kerusakan yang terjadi dijembatan itu, mencegah hal – hal yang tidak diinginkan maka kita ganti jembatan dengan Grider supaya masa layan jembatan lebih lama dan kuat.” ungkap Solthon.

Lebih lanjut Solthon mengatakan untuk panjang total penanganan ketiga jembatan tersebut sepanjang 180,5 meter dengan rincian panjang jembatan tukad Bindu 53.5 Meter, jembatan tukad Ayung 63.5 meter, dan jembatan tukad Penatih 63.5 meter dengan masa pelaksanaan 600 hari kalender, dengan anggaran 138.322.063.000,00. Selama masa penggantian ketiga jembatan tersebut, Solthon telah berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Bali dan Polresta Denpasar, untuk lalu lintas khususnya kendaraan kecil dan dan roda duan yang menuju ke arah Gianyar akan diahlikan melawti jalan Trengguli – jalan Trenggana, sedangkan yang akan menuju Denpasar akan dialihkan melewati jalan Nangka – Jalan Veteran. Terkait dengan utilitas yang ada disepanjang area pekerjaan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak pemilik utilitas untuk mempercepat pemindahan utilitas yang ada.

” Itukan jembatan eksistingnya berupa rangka baja, ketiga jembatan itu kita bongkar dan kita timbang selanjutnya kita simpan di gudang Sam –Sam Tabanan, dan dilakukan pendataan aset BMN ( Barang Milik Negara ).” Imbuh Solthon.

Solthon berharap pekerjaan penggantian tiga jembatan sekaligus tersebut dapat berjalan tepat waktu dan tidak mengalami kendala yang berarti mengingat sudah memasuki musim penghujan. ”Saya berharap tidak ada kendala yang berarti ya, dan segera bisa digunakan oleh masyarakat serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Dan saya juga berharap masyarakat juga bersabar jika merasa terganggu dengan adanya pekerjaan ini.” tutup Solthon.(wira)