Perkuat Konektivitas Daerah, 12 Jembatan Gantung Sedang Dibangun Kementerian PU Tahun 2026 di Jateng
Selasa, 01/09/2026 00:00:00 WIB | Berita/Umum | 146
Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta terus memperkuat konektivitas hingga wilayah pelosok melalui pembangunan jembatan gantung. Pada Tahun 2026, Jawa Tengah mendapatkan alokasi sebanyak 20 unit jembatan gantung sebagai bagian dari target pembangunan 105 jembatan gantung di 25 provinsi di seluruh Indonesia dan saat ini telah terkontrak sebanyak 12 paket pembangunan jembatan gantung.
“Saat ini, 12 paket Jembatan Gantung tersebut telah terkontrak dan sedang dalam masa pelaksanaan pekerjaan. Pembangunan ditargetkan selesai di Oktober hingga Desember 2026.” ujar Iqbal Tamher Kepala BBPJN Jateng-DIY.
12 jembatan gantung tersebut meliputi Jembatan Gantung Gading Asri Kendal, Jatisari–Singorojo Jepara, Jembatan Gantung Cikangkareng Cilacap, Jembatan Gantung Langkap–Kramat Purbalingga, Jembatan Gantung Luwung Banjarnegara. Jembatan Gantung Gunung Payung Temanggung, Jembatan Gantung Johar Jepara, serta Jembatan Gantung Dresi dan Getuk Gondoriyo Kabupaten Semarang, Jembatan Gantung Juwok–Antirejo, Nglobar–Pulungkrambé dan Cingkrong Grobogan.
Program ini melanjutkan pembangunan jembatan gantung pada TA 2025, yang telah dilaksanakan di 6 kabupaten/kota di Jawa Tengah berjumlah 8 jembatan, sebagai bagian dari implementasi Strategi PU 608 dalam mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi.
Kehadiran jembatan gantung ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti Jembatan Gantung Suruh Panjang di Kabupaten Semarang dan Jembatan Gantung Tinjomoyo Kota Semarang.
“Sebelum ada jembatan ini, kami lewat jalan setapak. Kalau musim hujan, jalannya licin sehingga tidak bisa dilalui kendaraan bermotor dan kami harus memutar cukup jauh. Adanya jembatan ini memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan interaksi antarwarga desa karena bisa lebih mudah mengadakan berbagai kegiatan dan memperlancar perekonomian,” ujar Kasminto, warga Dusun Suruhan. Jembatan dengan bentang 80 meter telah menghubungkan Dusun Suruhan dan Dusun Siroto, Kecamatan Ungaran Barat.
Manfaat Jembatan Gantung juga dirasakan oleh anak-anak sekolah yang sebelumnya harus melintas di jalur yang lebih jauh untuk menuju fasilitas pendidikan.
“Sebelum ada jembatan ini, kami harus jalan memutar dulu. Setelah ada jembatan, perjalanan menjadi lebih mudah dan cepat untuk sampai ke sekolah,” ujar Sakura, santriwati Pondok Pesantren Al Jaelani Tinjomoyo. Keberadaan Jembatan Gantung Tinjomoyo menghubungkan Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, dengan Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Dengan adanya jembatan gantung, masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jalur yang lebih jauh akibat kondisi geografis yang sulit, seperti wilayah yang terpisah oleh sungai atau jurang, kini dapat memperoleh akses yang lebih cepat dan aman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
------------
Tim Komunikasi Publik BBPJN Jateng-DIY
WA Center: 0811-266-3464
