Home Logo

PU-Net

31-01-2023             SARAN & PENGADUAN

Pengumuman :

Program PKT Ampuh Pulihkan Perekonomian Masyarakat di Jawa Barat.



Jawa Barat, 12 November 2022 17:48 Wib


Program PKT Ampuh Pulihkan Perekonomian Masyarakat di Jawa Barat.

Program PKT Ampuh Pulihkan Perekonomian Masyarakat di Jawa Barat.


Bandung, 12 November 2022 - Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terus melaksanakan Program Padat Karya Tunai (PKT) untuk membantu pemulihan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, salah satunya melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat dimana pelaksanaan  kegiatan tersebut dilakukan di sepanjang ruas jalan nasional Pantai Selatan Jawa atau yang biasa dikenal dengan PANSELA.
 
Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian mendampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hedy Rahadian meninjau kegiatan Program PKT pembersihan saluran drainase dan juga pemotongan rumput di sepanjang ruas jalan nasional Soreang – Ciwidey pada hari Kamis (10/11/22).
 
Hedi mengatakan bahwa program pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat Pandemi Covid-19, salah satunya dengan Program PKT ini yang bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran serta mempertahankan daya beli masyarakat.
 
“Inisiatif pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 melalui program pemulihan ekonomi nasional, kemudian kita menginisiasi kegiatan Padat Karya Tunai artinya ini adalah dibayar langsung satu minggu satu kali paling lambat, Saya kira untuk daerah-daerah dimana memang tingkat penganggurannya cukup tinggi ini sangat membantu karena dengan adanya penghasilan mereka bisa mempertahankan kualitas hidupnya”, ungkap Hedy.
 
Sejalan dengan pernyataan Dirjen Bina Marga, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian yang hadir mendampingi, dirinya menyampaikan bahwa Program PKT di Wilayah BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat tahun 2022 menargetkan pekerja lokal sebanyak 5.687 tenaga kerja atau sekitar 3.800 Hari Orang Kerja (HOK).
 
“Di BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat kita targetnya adalah 5.687 tenaga kerja atau sekitar 3.800 Hari Orang Kerja (HOK) untuk 1.782 Kilometer Jalan dan 34.900 meter jembatan atau sekitar 857 jembatan”, ungkap Wilan.
 
Wilan juga menyampaikan bahwa untuk perekrutan para pekerjanya mengacu kepada Surat Edaran Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, dimana para pekerja diharuskan warga sekitar ruas pekerjaan. “Kalau perekrutan, itu sudah di atur di Surat Edaran Dirjen Bina Marga, jadi semua PPK merekrutnya melalui Kepala Desa setempat, nanti diarahkan kembali ke RT / RW setempat, sehingga semua pekerja PKT di wilayah kita itu memang benar dari wilayah setempat. Informasi pekerjaannya seputar pemeliharaan rutin jalan jembatan dengan skema PKT, misalnya pemotongan rumput, pembersihan saluran, pengecatan median, pengecatan kerb. Untuk jembatan sendiri pekerjaannya membersihkan jembatan, kolong-kolong jembatan termasuk pengecatan komponen jembatan”, ucap Wilan.
 
Saat kunjungan tersebut, ada dua ruas jalan nasional yang dilakukan peninjauan, ruas pertama Soreang - Ciwidey dimana ruas tersebut berada di bawah penanganan BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat tepatnya ruas PPK 2.5 Wilayah II Jawa Barat yang hingga minggu kedua bulan November 2022,  pekerjaan PKT pada ruas tersebut telah menyerap 2.845 Hari Orang Kerja (HOK).
 
Berikutnya ruas yang ditinjau adalah dari Cidaun - Pamengpeuk - Cipatujah yang berada dibawah penanganan PPK 3.2 PJN Wilayah III Provinsi Jawa Barat dengan panjang jalan 103 kilometer dan jumlah jembatannya ada 70 dengan jumlah tenaga kerja PKT di ruas tersebut kurang lebih ada 200 orang.
 
Diakhir pernyataannya, Wilan menyampaikan harapan terkait manfaat Program PKT  bagi masyarakat sekitar terdampak Pandemi Covid-19. “Semoga Program Padat  Karya Tunai (PKT) ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar  Bandung Selatan”, pungkas Wilan.
 
Program PKT di ruas Soreang - Ciwidey dan Ciduan - Pamengpeuk – Cipatujah tersebut ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat terdampak covid-19, warga mengaku terbantu dengan adanya program PKT ini. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Andri, salah satu pegawai PKT yang dirinya menyampaikan bahwa dengan adanya program PKT tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya.
 
“Saya terkena dampak Covid-19, lalu dari PUPR ada program ini bisa kerja di sini dan ini sangat membantu bagi kehidupan ekonomi keluarga saya”, terang Andri.
 
Turut hadir pada peninjauan tersebut Kepala Kepala Bidang Preservasi II Robert Himawan Hamiseno, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Jawa Barat Alik Mustakim, Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah III Jawa Barat Howardy, Kepala Satuan Kerja P2JN Provinsi Jawa Barat Aris Budianto Nugroho, PPK 2.5 Ilham Khalifa.
 
 
 
 
 
 
 
 

Baca Juga :