Home Logo

PU-Net

29-06-2022


Pengumuman :

Halal Bihalal di Lingkungan Bina Marga : Momentum Saling Memaafkan dan Evaluasi Arus Lebaran 2022



Jawa Barat, 10 Mei 2022 10:13 Wib


Halal Bihalal di Lingkungan Bina Marga : Momentum Saling Memaafkan dan Evaluasi Arus Lebaran 2022

Halal Bihalal di Lingkungan Bina Marga : Momentum Saling Memaafkan dan Evaluasi Arus Lebaran 2022


Bandung, 10 Mei 2022 - Kepala BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat Wilan Oktavian bersama Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha, Budi Faizal, S.I.P, Kepala Bidang Preservasi I, Soendiarto, S.T., M.T., Kepala Bidang Preservasi II Robert Himawan Hamiseno, S.T., M.T., Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan, Nunu Nugraha, S.T., Kepala Bidang Pembangunan Jalan Jembatan, Agung Yudhianto, S.T., M.T., serta Para Kepala Satuan Kerja di lingkungan BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat menghadiri acara Halal Bihalal di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga pada hari Senin, 9 Mei 2022 yang dilaksanakan secara virtual.
 
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian. Hedy menyapa para Pimpinan Tinggi Pratama dan Para Kepala Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1443H. Selain menyapa dan menyampaikan ucapan Idul Fitri, Hedi juga menyampaikan beberapa informasi sekaligus arahan terkait jalur lebaran 2022.

Ada 4 (empat) point penting yang disampaikan Hedy, Pertama, terkait marka jalan yang harus dicek setahun dua kali dan marka juga harus sesuai spesifikasi yang sudah ditentukan. “Jadi marka jalan kita harus cek setahun dua kali, untuk memastikan bahwa marka jalan kita berfungsi dengan baik yaitu pada waktu lebaran, natal dan tahun baru. Kalau sudah tidak layak segera diperbaiki”, ucap Hedy. Kedua, tentang longsoran yang masih belum tertangani secara maksimal. “begitu banyak longsoran kita yang tidak tertangani. Dan saya punya observasi bahwa longsoran itu kebanyakan tidak perlu terjadi kalau teman-teman di PPK rajin mengontrol aliran air di sepanjang jalan kita. Sebagian besar dipicu oleh liarnya aliran air. Jadi ini saya sudah sampaikan berkali-kali dan saya ulangi sekarang ini kontrol aliran air”, ujar Hedy. Ketiga, perihal kemacetan yang diakibatkan oleh simpang-simpang tidak cukup standar. “Beberapa titik macet kita observasi itu simply karena adanya simpang simpang yang tidak cukup standar untuk menjamin flow work traffic. Itu banyak yang kita lihat di titik-titik macet itu karena terjadinya simpang-simpang yang secara geometrik mungkin bisa kita tingkatkan. Saya kira Preservasi membuat sudah waktunya menginisiasi program penataan simpang-simpang, “ lanjut Hedy. Poin terakhir yakni keempat adalah evaluasi jalan kita dengan baik. “Ini yang cukup penting adalah evaluasi jalan kita dengan baik. Terutama cek validitas LHR dicek lagi. Dan saya juga ingin tau khusus untuk traffic di jalan tol ini. Dari kasus lebaran kali ini tolong dievaluasi betul pola pergerakan itu sehingga kita punya bayangan untuk memberikan masukan ke penataan kedepan. Termasuk juga cek kapasitas-kapasitas jalan tol yang eksisting dengan adanya jalan tol baru ke depan”, pungkasnya.

Diakhir arahannya, Hedy menyampaikan apresiasi atas kinerja timnya dalam rangka menyiapkan jalur lebaran dari awal hingga akhir yang merupakan laporan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal Bina Marga ke publik.

“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada teman-teman yang sudah berusaha sebaik mungkin untuk menunjukkan kinerja jalan kita ke publik, karena ini adalah laporan akuntabilitas kita ke publik. Karena pada waktu lebaran, natal dan tahun baru ini banyak orang yang tadinya tidak pernah keluar dari kotanya tiba-tiba dia melewati trans jawa untuk pertama kalinya misalnya atau ingin melihat PANSELA. Jadi ini kita penting menunjukkan laporan akuntabilitas kinerja kita kepada publik di tiap lebaran dan nataru”, tutup Hedy.

Disamping itu, Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat, Wilan Oktavian saat disapa oleh Dirjen Bina Marga, dirinya memberikan sekilas gambaran terkait ruas jalan yang digunakan pemudik yang diantanya adalah Tol Ciusmdawu. “Jalan Tol Cisumdawu yang difungsikan sebagai Jalur Fungsional arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 sangat membantu masyarakat” ucap Wilan.

Sebagai informasi bahwa Tol Cisumdawu Seksi 2 dan Seksi 3 (Pamulihan – Sumedang/Cimalaka) sepanjang sekitar 21 km difungsikan sebagai Jalur Fungsional Lebaran 2022 yang  H-7 sampai hari H untuk arus mudik dari arah Bandung menuju Sumedang  dan Hari H sampai H+7 untuk arus balik dari Sumedang menuju Bandung dengan jam operasional mulai dari pukul 08.00 sampai dengan jam 17.00 WIB dengan ketentuan kondisi tidak hujan, tidak ada potensi longsor, jarak pandang memenuhi dan kendaraan yang diizinkan melintas hanya untuk kendaraan golongan I.
 

Baca Juga :