Home Logo

PU-Net

31-01-2023             SARAN & PENGADUAN

Pengumuman :

Gandeng Pemkot Bogor di Aksi Daerah 2022, Wilan tegaskan Pentingnya Sinergitas Pusat dan Daerah Demi Tersambungnya Konektivitas Ruas - Ruas Jalan di Jawa Barat



Jawa Barat, 23 November 2022 09:40 Wib


Gandeng Pemkot Bogor di Aksi Daerah 2022, Wilan tegaskan Pentingnya Sinergitas Pusat dan Daerah Demi Tersambungnya Konektivitas Ruas - Ruas Jalan di Jawa Barat

Gandeng Pemkot Bogor di Aksi Daerah 2022, Wilan tegaskan Pentingnya Sinergitas Pusat dan Daerah Demi Tersambungnya Konektivitas Ruas - Ruas Jalan di Jawa Barat


Bandung, 22 November 2022 – Untuk kedua kalinya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan  Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Aksi Daerah  sebagai bagian dari rangkaian agenda peringatan Hari Jalan yang jatuh setiap tanggal  20 Desember 2022.
 
Berbeda dengan lokasi Aksi Daerah tahun 2021 lalu yang dilaksanakan di Kota Bandung, di tahun 2022 ini kegiatan Aksi Daerah dilaksanakan di Kota Bogor yang berkolaborasi langsung dengan Pemerintah Kota Bogor, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor yang diselenggarakan pada hari Senin (21/11/2022).
 
“Hari Jalan ini momentum untuk mengakselerasi kolaborasi dan sinergi antara otoritas kewilayahan Kementerian, Provinsi, Kota maupun dengan semua stakeholders itu yang pertama, yang kedua mengingatkan kepada kita semua betapa pentingnya infrastruktur. Infrastruktur itu bukan hanya mempercantik kota tapi disitu ada ikhtiar mendongkrak ekonomi, ikhtiar mendongkat karakter dan kultur kita”, ucap Bima Arya Walikota Bogor saat memberikan sambutan kegiatan tersebut di acara Apel pagi bersama dengan penyelenggara dan peserta acara Aksi Daerah di Lapangan Sempur Bogor.
 
Kegiatan Aksi Daerah yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jalan Nasional dengan tema “Infrastruktur Jalan yang Andal, Mandiri dan Berkelanjutan” yang puncaknya akan diadakan pada tanggal 20 Desember 2022, dimana pemilihan tanggal tersebut didasarkan pada momen tersambungnya Tol Trans Jawa dari Merak hingga Pasuruan.
 
Bima Arya juga menambahkan bahwa Hari Jalan tersebut merupakan inspirasi mana yang akan diakselerasi, mana yang akan diprioritaskan bukan hanya sekedar seremonial tapi mana-mana saja aksi yang diprioritaskan
 
“Ini baru dua tahun tapi penting untuk digaungkan makna dari Hari Jalan ini filosofinya. Harapan dengan adanya Hari Jalan ini ada aksi-aksi teknis yang ditindaklanjuti oleh otoritas di tingkat atas yang berbeda-beda”, ungkap Bima Arya.
 
Kepala BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat Wilan Oktavian dalam sambutannya pun menyampaikan bahwa peringatan hari jalan ini pada dasarnya adalah tentang konektivitas, artinya jalan nasional tidak bisa terbentang sendiri tapi harus terkoneksi dengan jalan provinsi maupun kabupaten/kota.
 
“Tujuan peringatan Hari Jalan ini konsepnya adalah jalan itu konektivitas, jadi tidak bisa jalan nasional juara sendiri jadi harus terkoneksi dengan jalan provinsi maupun kabupaten/kota, itu istilahnya door to door harus terlayani semua, oleh karena itu kolaborasi dan inovasi sangat penting disini. Hari Jalan ini hanya momentum saja, tapi intinya tadi untuk meningkatkan kesadaran baik itu pengguna jalan dalam memelihara jalan supaya jalannya sesuai umur rencana, tapi penyelenggara jalan dari mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional juga terus berkolaborasi untuk mewujudkan jalan yang andal, mandiri dan berkelanjutan”, terang Wilan.
 
Bukan tanpa alasan Kota Bogor dipilih sebagai lokasi kegiatan aksi daerah tahun ini oleh BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat. Setidaknya ada beberapa alasan yang disampaikan Wilan, selain Kota Bogor dekat dengan Kota Bandung, dirinya juga menyampaikan bahwa ada kolaborasi infrastruktur antara Kementerian PUPR dengan Kota Bogor dan juga program-program yang berkaitan dengan Pemerintah Kota Bogor itu sendiri.
 
“Untuk peringatan Hari Jalan tahun 2022 ini kita memilih lokasi di Kota Bogor, sedangkan tahun lalu kita adakan di Kota Bandung. Kenapa kita memilih Kota Bogor? karena pertama, Kota Bogor dekat dengan Kota Bandung dan kebetulan kolaborasi dengan Kota Bogor juga selama ini sangat baik dengan Pak Walikota dan semua jajarannya. Karena kita juga banyak program yang berkaitan langsung dengan Pemkot Bogor”, ucap Wilan.
 
Di akhir pernyataannya, Wilan juga menaruh harapan panjang dari hasil kolaborasi Aksi Daerah dengan Pemkot Bogor kali ini. “Kita ingin meningkatkan lagi kualitas jalan yang ada di Kota Bogor, baik itu jalan kotanya, jalan provinsinya maupun jalan nasionalnya melalui kolaborasi, ada ruang misalnya Pemprov bantu Pemkot Pemerintah Pusat bantu Pemkot ada ruang, tapi tentunya ada kriteria-kriterianya yang nanti dibicarakan di level pimpinan, kami sebagai pelaksana siap untuk melaksanakannya”, tutup Wilan.
 
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono pun turut memberikan beberapa pernyataan terkait Hari Jalan, jika dari sisi pemerintah daerah sendiri dengan adanya peringatan Hari Jalan mengingatkan kembali akan peran pemerintah di bidang infrastruktur untuk memastikan bahwa infrastruktur jalan harus layak, baik dan juga aman bagi pengguna jalan.
 
“Momentum Hari Jalan ini adalah mengingatkan kita kembali dari sisi birokrasi, bagaimana kita meningkatkan fungsi pelayanan publik ini dengan baik. Kemudian ajak juga masyarakat secara bersama-sama untuk peduli ikut merawat. Paling tidak jika ada kerusakan yang terjadi bisa menginformasikan kepada kita, dan yang kedua untuk urusan infrastruktur ini kolaborasi menjadi kata kunci untuk kita bisa memenuhi keinginan publik dalam rangka meningkatkan pelayanan publik”, ungkap Bambang.
 
Bambang pun menaruh harapan yang sama akan hasil dari aksi daerah tersebut, dirinya menekankan akan pelayanan publik di bidang jalan semakin baik lagi.
 
“Harapannya di pelaksanaan hari jalan tahun 2022 ini semakin baik pelayanan publik kita dari sebelum-sebelumnya dan kita harus optimis”, pungkasnya.
 
Untuk diketahui, pelaksanaan Aksi Daerah yang dilakukan di Kota Bogor tersebut terdiri dari pemeliharaan jalan di ruas jalan nasional dan ruas jalan kota tepatnya di Jalan Pajajaran dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan jenis pekerjaannya meliputi pembersihan saluran drainase, pemotongan rumput dan juga pengecatan kerb.
 
Turut hadir pada acara tersebut Kepala Bidang Pembangunan, Kepala Bidang Preservasi I, Kepala Bidang Preservasi II, para Kepala Satuan Kerja di lingkungan BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat, Perwakilan Sekretaris Daerah Kota Bogor, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Kota Bogor, Perwakilan BAPPEDA Kota Bogor, Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Perwakilan Satlantas Kota Bogor. 
 
 
 
 
 

Baca Juga :