Home Logo

PU-Net

04-02-2023             SARAN & PENGADUAN

Pengumuman :

Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2022 : Ruas Vital Jawa Barat Aman, Longsoran Tomo Nyaman dilalui Pemudik



Jawa Barat, 06 September 2022 08:13 Wib


Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2022 : Ruas Vital Jawa Barat Aman, Longsoran Tomo Nyaman dilalui Pemudik

Ruas Vital Jawa Barat Aman, Longsoran Tomo Nyaman dilalui Pemudik


Bandung, 6 September 2022 - Ruas wilayah Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) IV Jawa Barat yang meliputi Bandung Raya, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasik, Batas Kota Ciamis, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, serta Kabupaten dan Kota Cirebon menjadi salah satu ruas penting yang sudah pasti dilalui para pemudik karena merupakan urat nadi transportasi di Jawa Barat.
"Dua kali dalam setahun ruas di jalan kita itu menjadi tolak ukur kemantapan atau tidak ada komplain dari pengguna jalan, yaitu ketika arus mudik lebaran dan hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada saat itulah sebenarnya poin-poin penting Satker dan PPK dinilai langsung oleh masyarakat, selain dari pimpinan. Secara garis besar kita mendapat apresiasi dari Pak Menteri Basuki karena dinilai sukses dalam mempersiapkan kemantapan jalan selama arus mudik lebaran," kata Howardy, selaku Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) IV Jawa Barat.
Howardy sendiri sangat puas dengan kemantapan jalan dan jembatan selama arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2022 kemarin. Hal tersebut tidak lepas dari peran para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim penilik lapangan yang menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.
Howard menjelaskan, selama masa persiapan arus mudik terjadi hambatan-hambatan di lapangan, terutama di lintas Bandung-Sumedang-Cirebon yang menurutnya terasa sangat signifikan. Tepatnya longsoran sepanjang 13 meter di Desa Cireki, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang yang terjadi sejak bulan Maret hingga Juni lalu. Berbagai upaya dan penanganan pun dirancang sehingga pada pelaksanaan arus mudik, kondisi jalan nasional penghubung Cirebon-Bandung tersebut bisa dilalui dengan aman.
"Ini titik yang menjadi fokus utama di PJN IV Jawa Barat. Kita sudah menganalisis, juga meminta bantuan dari Bina Teknik Ditjen Bina Marga untuk membantu penanganan longsor ini. Untuk penanganan sementara sudah kita atasi agar tidak putus, sehingga jalur mudik tidak terputus. Memang terjadi antrian kemacetan di titik tersebut, tapi dengan penimbunan yang cukup signifikan kita tetap menjaga arah dua lajur. Kita cukup terbantu dengan adanya peraturan dari Dirjen Perhubungan terkait pembatasan kendaraan besar 3 sumbu dilarang melintas," jelas Howard.
Kemudian, Howard juga memastikan di ruas lainnya yang masuk ke dalam lingkup kerja PJN IV Jawa Barat sudah Zero Potholes selama arus mudik kemarin. Ruas-ruas tersebut meliputi Bandung-Cileunyi-Nagreg-Sumedang, Nagreg-Rajapolah-Tasikmalaya-Batas Ciamis, dan Bandung-Padalarang-Soreang.
"Kita lakukan rehabilitasi minor di Cadas Pangeran dan Lingkar Nagreg karena terjadi beberapa kali longsor ketika curah hujan tinggi pada bulan Maret-April kemarin. Kementerian Perhubungan juga membantu terkait rekayasa jalan di Pasar Limbangan, Pasar Lewo dan Pasar Malambong yang menjadi titik langganan kemacetan.”
"Kemudian ada Lingkar Gentong yang menjadi titik pengalihan arus yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, dalam hal ini Satlantas, dan Dinas Perhubungan. Di ruas perkotaan, kita menjaga kemantapan jalan dengan tetap Zero Potholes. Kita sinergikan karena di dalam kota ada paket Flyover Kopo, kita memfungsionalkan dari jam 16.00-20.00 WIB ujicoba dari Cibeureum-Cibiru itu membantu kemacetan yang ada di jalur Soekarno-Hatta," ungkapnya.
 
Howard menegaskan jalan yang mantap diperlukan untuk mendukung kelancaran aktivitas mudik masyarakat. Kondisi lalu lintas tidak terganggu akibat kondisi jalan sehingga mudik dan arus balik Lebaran di ruas PJN IV Jawa Barat kemarin berjalan lancar. Ia juga menuturkan, setelah Lebaran, pemeliharaan terus-menerus dilakukan.
"Yang paling penting dalam persiapan Lebaran itu kelengkapan jalan, terutama marka jalan. Sebelum H-10 itu sudah dilakukan perbaikan. Terutama ruas Cileunyi-Nagreg karena itu jalur yang sangat padat di lintas tengah Jawa Barat. Itu yang kami tegaskan ke teman-teman PPK agar marka jalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," pungkas Howardy.
 
 
 

Baca Juga :