Home Logo

PU-Net

04-02-2023             SARAN & PENGADUAN

Pengumuman :

Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2022 : Mandat Zeropotholes Sukses di Jalur Mudik Lebaran, Wilan Kembali Siapkan Strategi untuk Jalur NATARU 2022 Mendatang



Jawa Barat, 30 Agustus 2022 09:20 Wib


Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2022 : Mandat Zeropotholes Sukses di Jalur Mudik Lebaran, Wilan Kembali Siapkan Strategi untuk Jalur NATARU 2022 Mendatang

Evaluasi Jalur Mudik Lebaran 2022 : Mandat Zerepothole Sukses, Wilan Kembali Siap-Siap Lanjutkan di Jalur NATARU   


Bandung, 30 Agustus 2022 - Pengelolaan arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1443 H atau Lebaran 2022 dengan jumlah kendaraan yang mengalami peningkatan tertinggi dalam sejarah, dinilai telah berhasil. Kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 adalah koordinasi lintas sektoral yang berjalan dengan baik antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Kepolisian RI, dan Pemerintah setempat.
 
Dalam hal ini, Kementerian PUPR, khususnya Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat telah berhasil mendukung dengan memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan di Provinsi Jawa Barat. Kepala BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat Wilan Oktavian mengatakan, secara umum kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dalam mendukung arus mudik Lebaran 2022 jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
 
“Untuk persiapan mudik Lebaran 2022 kemarin memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti kita ketahui ketika masa pandemi Covid-19 berakhir, pemerintah membuat kebijakan baru terkait mudik. Kemudian, hasil studi dari Dinas Perhubungan memperkirakan lonjakan pemudik akan luar biasa. Prediksinya, pergerakan paling banyak ada di Pulau Jawa terutama Jawa Barat, sebagai salah satu provinsi yang bukan hanya banyak dilalui pemudik, tapi juga banyak terjadi pergerakan di dalam Jawa Barat itu sendiri,” kata Wilan.
 
Wilan menambahkan, “Dari potensi tersebut, kami diarahkan oleh pimpinan, termasuk oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian, harus memaksimalkan kondisi jalan dalam kondisi mantap sebelum dilalui para pemudik. Kita kerjakan sesuai instruksi, Zero Potholes dari H-14 sampai H+10 di seluruh ruas BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat.”
 
Selain Zero Potholes, alias jalan tanpa lubang, Wilan juga menginstruksikan kepada seluruh jajaran mulai dari Satuan Kerja (Satker), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), hingga Tim Penilik di lapangan agar seluruh jalan nasional di Provinsi Jawa Barat terlihat indah secara visual. Pekerjaan-pekerjaan seperti pengecatan median jalan, marka jalan, kerb, pembersihan saluran, hingga pemotongan rumput wajib tuntas dikerjakan sebelum H-14.
 
“Estetika jalan juga kami perhatikan. Kerb maupun median jalan di setiap PPK dicat ulang agar rapih termasuk rumput, kami pastikan sudah rapih. Kemudian, marka jalan yang merupakan salah satu pelengkap jalan yang membantu pengguna untuk berkendaraan agar lebih terarahkan. Kita pastikan semua remarking, yang belum ada, kita kasih marka,” sambungnya.
 
Kemudian, Wilan menjelaskan bagaimana seluruh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) yang berada di wilayah BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat berkontribusi dalam melancarkan proses mudik warga dengan menyiapkan jalan yang dilalui pemudik meliputi: Jalur Pantai Utara (Pantura), Pantai Selatan (Pansela), Lintas Tengah, serta Lintas Penghubung.
 
Adapun dalam persiapan mudik Lebaran 2022 lalu, BBPJN DKI Jakarta – Jawa Barat tidak hanya terfokus memantau jalan arteri saja, namun juga jalan tol. Dilaporkan Wilan, pantauan tersebut meliputi jalan tol Cikampek, Cipali, sampai Batas Jawa Tengah hingga Lintas Tengah mulai dari jalan tol Cipularang hingga Cileunyi yang nantinya menyambung ke arah Tasikmalaya, Garut, dan sekitarnya.
 
Khusus jalur arteri yang membutuhkan perhatian selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, menurut Wilan adalah Lintas Utara, tepatnya di ruas Jomin sampai Losari/Batas Jawa Tengah.
 
“Khusus Pantura, kondisi jalan sebelum Lebaran sudah relatif baik, hampir tidak ada kerusakan signifikan. Kami yakin kemarin pemudik bisa melewatinya dengan nyaman. Meski demikian, ada beberapa titik lubang yang harus kita tutup berdasarkan identifikasi dari teman-teman PPK (Jomin-Losari/Bts Jateng). Kami lakukan rehabilitasi mayor dan minor, dan rekonstruksi di beberapa titik. H-14 saya pastikan sudah selesai,” ungkapnya.
 
Selanjutnya yang tidak kalah penting menurut Wilan adalah jalur Lintas Tengah penghubung antar provinsi, “Mulai dari Jakarta, Bogor, Cianjur, melewati Padalarang, Bandung, kemudian Tasikmalaya, Ciamis/Batas Jawa Tengah bisa melewati Banjar, atau jalur vertikal Cirebon melewati Kuningan. Itu ruas-ruas penting.”
 
Kemudian persiapan lainnya adalah di Lintas Pansela yang bisa menjadi alternatif para pemudik, sehingga beban lalu lintas terbagi dan tidak menumpuk di Lintas Pantura dan Lintas Tengah. Selain kondisi jalan yang sudah mantap, pemudik bisa sekaligus menikmati pesona pesisir pantai di sepanjang jalur Pansela.
 
“Pansela kita cukup panjang, kalau dari Jakarta lewat Sukabumi, Pelabuhan Ratu, ke arah timur sampai Pangandaran, sampai bertemu Batas Jawa Tengah,” ucap Wilan.
 
“Pansela Jabar sudah terkoneksi sejak lama, bahkan penanganan terakhir cukup masif disana tahun 2013. Jadi artinya, kondisi jalan Pansela dari Batas Banten sampai Batas Jawa Tengah relatif baik. Memang pertumbuhan lubang ada, tapi sudah dipastikan H-14 Zero Potholes kemarin,” lanjutnya lagi.
 
Jalan Tol Cisumdawu juga resmi difungsionalkan sebagai jalur Lebaran 2022. Status fungsional tol Cisumdawu Seksi 2 dan Seksi 3 (Sumedang-Pamulihan/Cimalaka) sepanjang 21 km ini bersifat kondisional dengan diskresi dari pihak Kepolisian.
 
“Ini Seksi 2 dan Seksi 3 sangat strategis saat Lebaran, pasti membantu, karena tidak melewati Cadas Pangeran. Para pemudik bisa langsung keluar di Sumedang,” ujar Wilan.
 
Wilan juga mengunjungi lokasi longsoran Tomo (Cireki) tepatnya di ruas Jalan Sumedang-Cijelag Km 68-650. Perbaikan itu pun berpacu dengan waktu lantaran arus mudik hanya tinggal menghitung hari. Kunjungannya kala itu dalam rangka monitoring dan evaluasi progres pekerjaan penanganan longsoran, sehingga di ruas tersebut masih bisa dilalui kendaraan untuk mendukung kelancaran lalu lintas dengan melakukan penanganan sementara.
 
“Terkait musibah di Cireki, itu titik yang paling rawan. Jalan harus tetap bisa dilalui pemudik. Memang belum ditangani permanen, tapi kendaraan masih bisa melintasi dua lajur dan dua arah. Meski kecepatan berkurang, prinsipnya bisa berfungsi namun memang tidak ideal,” jelasnya.
 
Adapun untuk mendukung kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pemudik, BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat menghadirkan Posko Lebaran dan laporan kondisi arus lalu-lintas di masing-masing Satker melalui para PPK-nya di ruas jalan nasional.
 
BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat dalam penyelenggaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, konsisten dan fokus memberikan layanan yang berkualitas terkait kemantapan jalan bagi para pemudik.
 
Atas konsistensi, totalitas dan dedikasi pada keberhasilan penyelenggaraan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, serta dalam memberikan layanan yang berkualitas terkait kemantapan jalan bagi para pemudik, Wilan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
 
“Berdasarkan evaluasi, Pak Menteri menyampaikan, Beliau memberi apresiasi manajemen transportasi, termasuk jalan, pada saat mudik Lebaran. Kita juga mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Tidak ada pemberitaan (buruk) atau keluhan yang signifikan. Artinya, kesiapan kita menghadapi mudik Lebaran tahun ini dianggap berhasil oleh masyarakat luas,” tegasnya.
 
Di tengah keberhasilan tersebut, sejumlah hal menjadi catatan penting yang diharapkan bisa membuat pengelolaan arus mudik dan arus balik Lebaran di tahun depan bisa berjalan jauh lebih baik.
 
“Kami punya tantangan momen Natal dan Tahun Baru (NATARU), pendekatannya bakal relatif sama seperti Lebaran. Programnya memang tahunan, tapi kami tahu ada event khusus yang harus kami pastikan jalan dalam kondisi aman dan nyaman. Evaluasi Satker dan teman-teman PPK hasil monitoring menurut hemat kami di Jawa Barat sudah lebih baik, semua sudah all out,” tutup Wilan.
 
 

Baca Juga :