Home Logo

PU-Net

29-09-2022


Pengumuman :

Catatan Wilan untuk Balai, Hasil Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bina Marga 



Jawa Barat, 08 Agustus 2022 11:27 Wib


Catatan Wilan untuk Balai, Hasil Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bina Marga 

Catatan Wilan untuk Balai, Hasil Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bina Marga 


Bandung, 8 Agustus 2022 - Kepala BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian memimpin acara rutin Apel Pagi BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat yang dilaksanakan pada hari Senin, 8 Agustus 2022 secara online. Pada arahan apel paginya, Wilan menyampaikan beberapa informasi serta arahan kepada seluruh peserta.

Terkait capaian progres fisik dan keuangan Balai, Wilan menyampaikan bahwa progres fisik per tanggal 7 Agustus 2022, Balai berhasil menduduki peringkat keempat dari total 33 unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga dengan persentase sebesar 51,21, yang artinya angka tersebut jauh diatas rata-rata progres fisik Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar 39 persen, bahkan progres fisik tersebut berada diatas rata-rata Kementerian PUPR.

“Bahkan untuk capaian progres keuangan, BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat juga berada di urutan kedua dengan nilai persentasenya sebesar 52,59 persen dari total 33 unit organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, dimana progres keuangannya adalah 34,40 persen dan juga masih unggul dari rata-rata Kementerian PUPR yang baru mencapai persentase sebesar 40.04 persen”, ungkap Wilan (8/8).

Selain menyampaikan prestasi Balai dalam capaian progres fisik dan keuangan, Wilan juga menyampaikan beberapa catatan dari Direktur Jenderal Bina Marga saat menghadiri Rapat Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga pada hari Kamis, 6 Agustus 2022 lalu yang berlokasi di Gedung Auditorium, Kementerian PUPR Jakarta Selatan, dimana pada acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Saya ingin mengulang informasi pada saat rapat kerja Direktorat Jenderal Bina Marga dengan Pak Direktur Jenderal Bina Marga, Board Of Director (BOD) termasuk juga Pak Menteri PUPR, yang menjadi konsen Pak Dirjen Bina Marga yang selalu diingatkan ke kita itu adalah pertama terkait kualitas, bukan hanya pelaksanaan tapi juga kualitas desain, kemudian kedua adalah estetika, selain pekerjaan itu memenuhi spesifikasi, kita juga dituntut sense of aesthetics - nya” ungkap Wilan.

Catatan lain yang disampaikan Wilan kepada peserta apel pagi terkait arahan Dirjen Bina Marga yakni tentang longsoran. Menurut Wilan di wilayah Jawa Barat masih banyak lokasi yang berpotensi longsor.

“Karena di kita masih banyak lokasi yang berpotensi longsor, jadi kita harus bisa mitigasi dan melakukan tindakan preventif dengan mengetahui aliran air, drainase di jalan-jalan yang berpotensi longsor, jadi jangan ditunggu sampai terjadinya longsoran”, ucap WIlan.

Wilan melanjutkan kembali hal lain yang menjadi perhatian Bapak Dirjen Bina Marga yakni akurasi data kondisi jalan dan jembatan, khususnya di wilayah Jawa Barat dimana saat Rapat Kerja tersebut data kondisi jalan dan jembatan disinggung oleh Dirjen Bina Marga.

“Kita ambil salah satu contoh kondisi jembatan di Jawa Barat, survey kondisi jembatan yang dilakukan oleh Balai kita dibandingkan oleh Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur, Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan itu datanya sangat jauh. Nah, ini kita manfaatkan untuk survey jembatan lebih akurat lagi. Kenapa? karena jembatan itu menurut Pak Dirjen dampaknya bersifat Katastropik yang artinya cukup signifikan bisa menyebabkan bencana, kalau jembatan runtuh jalan bisa putus dan perbaikannya tidak semudah, tidak secepat perbaikan jalan berlubang”, tutur Wilan.

Hal lain yang disampaikan Wilan adalah kesiapan Balai di tahun 2023 terkait adanya rencana Instruksi Presiden tentang Jalan Daerah. Jajaran Balai mulai dari Bidang KPIJ, Para Satker teknis dan PPK serta Satker P2JN diminta untuk mengidentifikasi kembali kandidat-kandidat dukungan jalan daerah yang ada di Jawa Barat.

“Waktu itu kita sudah mengusulkan kandidat, barangkali ada kandidat baru yang belum teridentifikasi dan ini kita harus siap-siap identifikasi prioritas lokasi maupun persiapan readiness criteria-nya”, ucap Wilan.

Terkait penerapan teknologi bidang jalan dan jembatan untuk mendukung kemantapan ruas-ruas jalan nasional di Jawa Barat, Wilan juga menyampaikan pesan dari Dirjen Bina Marga bahwa tahun 2022 ini Balai diberikan penugasan untuk melaksanakan penerapan teknologi Warm Mix, RAP (Reclaimed Asphalt Pavement), hingga Asphalt Buton (ASBUTON). “Kemarin saya dapat informasi bahwa kita juga akan mendapatkan penugasan terkait Aspal Buton (ASBUTON), nah ini juga perlu menjadi pertimbangan mulai dari desainnya”, lanjutnya.

Pada akhir arahannya, Wilan menyampaikan arahan Pak Menteri terkait tugas dan fungsi Kepala Balai, Para Satker dan PPK khususnya di BBPJN DKI Jakarta - Jawa Barat.

“Selama ini saya selalu menyampaikan bahwa PPK itu Manajer Ruas, Kasatker itu Manajer Wilayah, nah ini kami ditegaskan lagi oleh Pak Menteri bahwa Kepala Balai ada 3 (tiga) fungsi, Pertama, sebagai Regional Road Manager. PPK selain sebagai manajer ruas menjamin performa jalan nasional, juga harus menjadi pembina jalan daerah, jadi kita tidak hanya memperhatikan jalan nasional, tetapi Kepala Balai dibantu para Kepala Bidang, Kepala Satuan Kerja dan PPK mengawasi jalan daerahnya. Kedua, sebagai Road Programmer. Dalam pemrograman baik itu preservasi maupun pembangunan, harus berorientasi pada kualitas dan harus tahu persis tematik program tersebut mendukung fungsi kawasan, baik itu pariwisata, industri, perkotaan, pertanian dan lain-lain. Ketiga, yang selalu diwanti-wanti adalah terkait lingkungan estetika, jadi kita juga harus sadar terkait estetika”. pungkas Wilan.

Terakhir, Wilan kembali mengingatkan terkait tugas Balai di sisa waktu 5,5 bulan ini yang harus dipersiapkan untuk tahun 2023, dimana yang paling mendesak yaitu kebutuhan wajib masing-masing PPK untuk kegiatan rutin jalan dan jembatan terutamanya untuk padat karya. 
 

Baca Juga :