Pilot Project Asbuton Murni dengan Teknologi Warm Mix Asphalt Dimulai di Ruas Tol Pemalang–Batang
Senin, 25/05/2026 00:00:00 WIB
Admin
Bandung – Kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga dengan Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) Korea diwujudkan melalui pelaksanaan pilot project penggunaan Asbuton Murni dengan teknologi Warm Mix Asphalt (WMA) di Ruas Tol Pemalang–Batang pada Minggu (25/5).
Penerapan teknologi tersebut dilakukan pada ruas sepanjang 1,5 km. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah dalam mendukung pemanfaatan material lokal sekaligus mendorong inovasi teknologi perkerasan jalan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung proses penerapan Asbuton Murni dengan metode Warm Mix Asphalt di lokasi proyek. Selain itu, dilakukan pula pemaparan mengenai inovasi teknologi perkerasan jalan serta peninjauan kesiapan stok Asbuton sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya lokal.
Kepala Balai Bahan dan Perkerasan Jalan (BBPJ), Neni Kusnianti, mengatakan bahwa pelaksanaan pilot project ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pemanfaatan Asbuton sekaligus pengembangan inovasi di bidang teknologi perkerasan jalan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemanfaatan Asbuton dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas. Kolaborasi serta inovasi teknologi seperti Warm Mix Asphalt diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung pembangunan jalan yang kuat, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Neni.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Marga, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., Senior Researcher of KCIT Dr. Lim Jae Kyu, serta Plt. Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan Firman Permana Wandani, S.T., M.PP. Turut hadir pula Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PU, Ir. Pantja Dharma Oetojo, M.Eng.Sc. beserta jajaran, perwakilan kontraktor, pemerintah daerah, HPJI, ASPABI, serta akademisi dari ITB, Universitas Diponegoro, dan Universitas Sebelas Maret.
Melalui pelaksanaan pilot project ini, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan berharap pemanfaatan Asbuton dapat terus diperluas sebagai salah satu alternatif material dalam pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia.
Pemanfaatan material lokal yang didukung dengan inovasi teknologi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan konstruksi jalan yang semakin kuat, efisien, dan berkelanjutan.