BBPJ Kenalkan Pengujian Material Jalan kepada Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang
Selasa, 07/07/2026 00:00:00 WIB
Admin
Bandung – Balai Bahan dan Perkerasan Jalan (BBPJ) menerima kunjungan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang dalam rangka kegiatan Study Excursie Civil Engineering State Polytechnic of Malang 2026 pada Selasa (7/7). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat peran BBPJ serta penerapan ilmu teknik sipil dalam mendukung pembangunan dan pengelolaan infrastruktur jalan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh paparan mengenai tugas dan fungsi BBPJ sebagai salah satu balai teknik di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas laboratorium BBPJ serta pengenalan terhadap alat-alat uji utama untuk perkerasan jalan.
Kunjungan laboratorium memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung proses pengujian dan karakterisasi material yang digunakan dalam pekerjaan jalan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan penerapannya dalam pekerjaan di bidang bahan dan perkerasan jalan.
Kepala Balai Bahan dan Perkerasan Jalan, Neni Kusnianti, menyampaikan bahwa interaksi antara dunia pendidikan dan institusi teknis penting untuk memberikan gambaran praktis kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu yang mereka pelajari.
“Kunjungan seperti ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam pengujian dan pengembangan material jalan. Kami berharap pengalaman di laboratorium dapat menambah wawasan mahasiswa sekaligus memberikan gambaran mengenai peran tenaga teknik sipil dalam mendukung pembangunan infrastruktur,” ujar Neni.
Salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang, Muchammad Mahril Arfa’i, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengenal metode dan peralatan pengujian material jalan.
“Di sini kami bisa mengetahui ketebalan aspal tanpa harus melakukan core drill. Saat praktikum di kampus, pengecekan ketebalan aspal masih dilakukan secara manual dengan core drill. Di sini ada alat yang lebih praktis, sehingga ketebalan aspal dapat diketahui dengan lebih mudah,” jelas Mahril.
Selain mengenal peralatan pengujian, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai proses pengolahan material aspal hingga dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan. Salah seorang peserta, Angga, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai proses pengolahan aspal yang sebelumnya belum banyak diketahui.
Kegiatan Study Excursie ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai pengujian material dan perkerasan jalan, sekaligus memperkenalkan lingkungan kerja serta penerapan ilmu teknik sipil di bidang infrastruktur. Melalui pengalaman langsung di laboratorium, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya kualitas material dan pengujian dalam mendukung pembangunan jalan yang aman, andal, dan berkelanjutan.