Home Logo

ID EN

Tunjang Konektivitas Daerah Wisata di Bali Utara, Jalan Baru Rampung Akhir Tahun


 25 November 2019 |   Berita/Umum |   88

Tunjang Konektivitas Daerah Wisata di Bali Utara, Jalan Baru Rampung Akhir Tahun

Bali sebagai salah satu kawasan pariwisata utama Indonesia terus mengembangkan diri termasuk penyediaan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai penunjang konektivitas pulau tersebut. Untuk meningkatkan mobilitas wisatawan dari arah selatan pulau menuju utara Bali, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun jalan baru batas Kota Singaraja-Mengwitani.

Pengerjaan jalan pintas atau shortcut (SC) ruas yang berada di Kabupaten Tabanan dan Buleleng tersebut ditujukan sebagai solusi atas kondisi jalan eksisting yang merupakan jalur wisata yang padat dengan geometri jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan/turunan yang curam. Menteri PUPR Basuki Hadimulyono menilai jalan yang ada saat ini karena banyak sekali tikungannya menyebabkan kemacetan dan pengendara mabok perjalanan.

"Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sepakat untuk membuat shortcut," ungkap Basuki,"ada 10 shortcut yang rencananya akan dibangun," sambungnya.

Dari 10 SC yang akan dibangun tersebut, 4 SC diantaranya telah mulai dikerjakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR sejak tahun lalu. Konstruksi jalan pintas yang sedang dilakukan yaitu SC 3 dan 4 yang berlokasi di Desa Batunya dan Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan serta SC 5 dan 6 yang berada di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Buleleng.

Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, Achmad Herry Marzuki mengatakan, pihaknya menargetkan keempat SC tersebut dapat dirampung pada akhir Desember ini. Dia menambahkan, khusus untuk SC 3 bahkan konstruksinya sudah selesai, dan SC 4 progresnya sudah diatas 85 persen dan SC 5 dan 6 realisasi di lapangan sudah diatas 95 persen.

Untuk mengecek langsung kondisi terkini di lapangan, Herry bersama para anggota Komisi V DPR-RI dan Gubernur Bali I Wayan Koster mendatangi lokasi SC 3 dan 4 pada Kamis (21/11). Turut serta dalam peninjauan tersebut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Surabaya Achmad Subki. Ruas jalan batas kota Singaraja-Mengwitani berada di jalur tengah pulau Bali yang menghubungkan Bali Utara dengan Bali Selatan yang dilalui kendaraan cukup padat. Jalan tersebut merupakan salah satu jalur yang cukup sering dilalui untuk tujuan wisata. 

Herry menyakini kepada Ketua Komisi V DPR-RI Lasarus dan Gubernur Bali seluruh pekerjaan yang tersisa akan tuntas pada akhir bulan depan. "untuk shortcut 4 pekerjaan tinggal sedikit lagi khususnya pengecoran pada oprit jembatan untuk rigid pavement," jelasnya. Tantangan yang dihadapi dalam pengerjaan SC 4,5 dan 6 menurut Herry adalah jarak yang sempit antara jalan yang dibangun dengan lereng yang ada di lapangan. Namun hal tersebut dapat diatasi Ditjen Bina Marga. 

I Wayan Koster menyemangati para pekerja di lapangan agar pengerjaan yang tersisa dapat segera diselesaikan agar jalan pintas batas kota Singaraja-Mengwitani tersebut sudah dapat dinikmati para wisatawan saat musim libur Natal dan Tahun Baru. Pembangunan jalan SC 3 dilakukan sepanjang 480 meter dengan alokasi anggaran Rp12,1 miliar dan SC 4 dikerjakan untuk konstruksi jalan sepanjang 1.096 meter dilengkapi dua jembatan masing-masing 198 meter dan 287 meter dengan dana pembangunan Rp116,2 miliar.

Sedangkan konstruksi SC 5 dan 6 dilakukan dengan anggaran tahun jamak 2018-2019 senilai Rp140,6 miliar untuk pembangunan 1.740 meter dan jembatan 210 meter. Dengan adanya SC 5 dan 6 memangkas jumlah kelokan yang semula 15 tikungan menjadi hanya 5 tikungan saja dan juga memperbaiki tingkat kemiringan jalan yang awalnya 8-12 persen menjadi maksimal 6 derajat.

Dengan penanganan jalan tersebut, diharapkan pengendara yang melintas mendapatkan kenyamanan yang lebih baik dan mempersingkat waktu tempuh. Herry mengatakan, seusai terselesaikannya keempat SC tersebut, Ditjen Bina Marga berencana melanjutkan pengerjaan jalan pintas lainnya pada ruas tersebut. Namun hal tersebut masih menunggu ketersediaan lahan yang dipersiapkan pemerintah provinsi Bali dan kesepakatan antara Menteri PUPR dan Gubernur Bali.

"Selanjutnya kita ada rencana pengerjaan shortcut 7 A,B dan C serta shorcut 8 namun masih menunggu lahan bebas, jika lahan bebas seluruhnya Pak Gubernur akan ketemu Bapak Menteri (PUPR) untuk membahas pembangunannya," sebut Direktur Pembangunan Jalan.

Setelah pengerjaan SC 7 dan 8, tahap selanjutnya menurut Herry adalah pembangunan SC 9 dan 10. Konstruksi SC tersisa tersebut direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2021. Memang ada permintaan dari Gubernur untuk percepatan agar rampung pada akhir 2020, namun hal tersebut Herry mengatakan masih menunggu arahan lebih lanjut Menteri PUPR.