Print

 

 

Kendari (Bina Marga) - Komisi V DPR RI bersama dengan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan Kunjungan Kerja (kunker) ke Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kamis (20/6). Kunker tersebut untuk mengecek penanganan bencana banjir di Sulawesi Tenggara.

 

Turut mendampingi Menteri PUPR  diantaranya Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Sugiyartanto, dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Yohanis Tulak Todingrara.

 

Rombongan mengunjungi jembatan yang mengalami kerusakan pada banjir kemarin yang mengakibatkan tergerusnya oprit Jembatan Rahabangga sehingga terputusnya jalur lalu lintas antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Jalan Trans Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan).

 

Jembatan tersebut nantinya akan dibuat lebih panjang dua kali lipat jembatan saat ini dikarenakan lebar sungai yang menjadi besar akibat banjir tersebut.

 

"Itu akan kita bongkar dan kita akan perpanjang jembatannya dua kali itu panjangnya, kemudian jalan-jalan yang rusak kita perbaiki," ucap Basuki.

 

Sedangkan Sugiyartanto mengatakan penggerusan (scouring) pada pangkal bangunan bawah jembatan (abutment) menyebabkan kemiringan.

 

“Salah satu solusinya kelihatan kalau dari lebar sungainya menjadi lebih lebar kemungkinan bentang jembatan tersebut akan menjadi dua kali lipat dari yang ada sekarang, nah kalau semula jembatan tersebut kan lebih kecil dari lebar sungai memang posisinya tanggung nah untuk lebih aman saya berfikir nanti untuk menjadi dua kali bentang yg ada saja namun dengan bangunan atas sama menggunakan konstruksi rangka," ucap Dirjen Bina Marga.

 

Ditjen Bina Marga juga menginstruksikan kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari agar segera dibuatkan desainnya,

 

"Tadi sudah saya instruksikan untuk segera desain awal saja nanti kalo perlu kita pertimbangkan bila perlu bisa lelang duluan nanti tinggal kontrak nanti penyelesaiannya bisa lebih cepat," lanjutnya.

 

Jembatan Teluk Kendari

 

Menteri PUPR juga meninjau pembangunan Jembatan Teluk Kendari untuk mendukung pengembangan pelabuhan Bungkutoko dan Kendari New Port yang akan menjadi pintu masuk bagi komodoti dari dan keluar kota Kendari maupun Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga dapat meningkatkan volume pengangkutan barang dan aktivitas perdagangan.

 

"Jembatannya sendiri bentuknya cablestay, bentang utama 200 meter, panjang total 1,4 Km jadi 200 lebih panjang dari pada di Ambon," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Teluk Kendari Armen Adekristi.

 

Jembatan ini akan direncanakan selesai di Februari 2020, saat ini progres pembangunan telah mencapai 60 persen dan jembatan ini akan memiliki lebar 20 Meter dua lajur empat jalur, vertical clearance-nya 19 Meter, terdapat dua kendala eksternal yaitu pelabuhan Nusantara dan Dermaga Angkatan Laut (AL).

 

"Maka dari itu pelabuhan Nusantara dan dermaga AL harus di pindah, jadi ada dua secara eksternal yang harus diselesaikan sebelum jembatan tersambung, pelabuhan Nusantaranya dipindah ke Kendari New Port, dermaga AL nya dipindah ke Teluk tapi itu bukan wilayah APBN tapi di Pemprov," tambah Armen. (KompuBM)