Print

Bina Marga - Kondisi jalan nasional di ruas Jawa Tengah siap digunakan pemudik lebaran. Penanganan sejumlah jembatan dan jalan berhasil diselesaikan lebih cepat sehingga sudah dapat dilintasi kendaraan mudik, diantaranya pekerjaan duplikasi Jembatan Kolonel Sunandar di jalan Pantai Utara wilayah Kudus serta pembangunan Jembatan Progo dan Jembatan Galeh di Temanggung.

 

“Kita memang diperintahkan Bapak Menteri (PUPR) untuk selesaikan pekerjaan yang dinilai dapat menganggu arus mudik, Ada beberapa kegiatan yang dinilai dapat mengganggu arus mudik, (namun) duplikasi jembatan di Kudus sudah selesai, duplikasi jembatan di Temanggung juga sudah selesai, kemudian beberapa lintas selatan juga ada (pekerjaan) rigid yang sudah kita selesaikan, secara umum di Jawa Tengah sudah siap,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Soebagiono.

 

Soebagiono menyampaikan hal tersebut kepada rombongan anggota Komisi V DPR saat melakukan Kunker Kerja mengecek kesiapan sarana dan prasarana pendukung kelancaran arus mudik lebaran di Semarang-Solo, Jateng pada Jumat (24/5). Lebih lanjut, Dia mengatakan secara umum di Jawa ada lima lintas yang dapat digunakan oleh pemudik yaitu lintas Pantai Utara, lintas Tengah, lintas Selatan, lintas Pantai Selatan, dan lintas tol Trans Jawa.

 

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga, persentase kemantapan jalan nasional di Jawa sebesar 92,99 persen dengan perincian Pantura Jawa sepanjang 1.341 Km (kemantapan jalan 97 persen), lintas Tengah sepanjang 1.197 Km (kemantapan jalan 97 persen), lintas Selatan sepanjang 888 Km (kemantapan jalan 98 persen) dan lintas Pansela 1.405 Km (Kemantapan jalan 83 persen).

 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang, Akhmad Cahyadi menambahkan, agar tidak menganggu kelancaran arus mudik, segala pekerjaan penanganan jalan nasional di wilayah Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta sudah dihentikan sementara sejak H-10 hingga H+10.

 

“Ditempat-tempat tertentu yang kritis tadi, pekerjaan yang belum selesai misalnya pelebaran jalan, pelebaran jembatan dan lain-lain kita siapkan rambu-rambu, terutama pada malam hari, kita berikan lampu neon, kita pasang membatas berupa barrier,” sebut Cahyadi. 

Sesditjen Bina Marga Soebagiono juga menjelaskan keberadaan Posko Siaga Sapta Taruna yang didirikan untuk mengantisipasi situasi emergensi seperti tanah longsor maupun banjir yang dapat menyebabkan terganggunya arus lalu lintas kendaraan selama mudik. Bila pemudik menghadapi situasi tersebut, mereka dapat menghubungi call center Bina Marga di 0812-8383-5757 untuk segera mendapat bantuan penanganan.

 

Beberapa lokasi yang rawan bencana alam di Jawa Tengah menurut Soebagiono diantaranya perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah khususnya di selatannya dan juga Wonosobo. Sedangkan  Cahyadi menuturkan, Posko tersebut diisi oleh para petugas yang siaga selama 24 jam yang dilengkapi alat berat dan material pendukung.

 

Selain mendapatkan informasi kesiapan jalan dan jembatan di Jateng menghadapi arus mudik, para anggota Komisi V DPR juga sempat melintasi jalan tol Semarang-Solo ketika akan mengunjungi Stasiun Balapan Solo. Ketua rombongan Kunker Ibnu Munzir menyatakan kelegaannya dengan kesiapan jalan nasional maupun jalan tol untuk arus mudik tahun ini. Selain meninjau jalan tol Semarang-Solo, anggota Komisi V DPR juga mengecek kesiapan Bandara Akhmad Yani dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang serta Stasiun Balapan di Solo. (KompuBM)