Print

 

Jakarta — Komisi V DPR RI menggelar Rapat Kerja terkait persiapan penyediaan sarana dan prasarana transportasi dalam rangka penanganan arus mudik lebaran 2019 di ruang rapat Komisi V DPR RI Selasa (21/5). Turut hadir mitra kerja komisi V DPR RI Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono , Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Korps Lalulintas (Korlantas) Polri Irjen Pol Refdi Andri, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Bagus Puruhito.

 

Rapat kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis. Pada saat membuka rapat Fary mengatakan moment lebaran sudah semakin dekat. Sebagian besar masyarakat yang beragama islam akan melaksanakan mudik lebaran, dan bagi masyarakat yang tidak merayakan moment ini dimanfaatkan untuk liburan. Dikarenakan harga tiket pesawat yang tinggi mengakibatkan masyarakat beralih menggunakan transportasi darat baik itu kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Hal ini ditambah lagi karena sudah terbangunnya jalan tol dari banten sampai probolinggo.

 

Dalam paparannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2019 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Di samping jalan tol, kemantapan jalan nasional di Pulau Jawa dan Sumatera secara keseluruhan juga sudah di atas 90%.

 

"Untuk di Pulau Jawa, seluruh ruas jalan tol dan jalan nasional sudah siap untuk dikelola oleh Korlantas Polri arus lalu lintasnya. Untuk jalan nasional dari Cikampek hingga ke Semarang, menurut kami sudah lebih baik kondisinya dari tahun lalu. Di Lintas Utara Jawa ini jalan nasional sepanjang 1.341km dalam kondisi mantap 97%, sementara Lintas Tengah Jawa sepanjang 1.197 km dalam kondisi mantap 93%, sedangkan Lintas Selatan sepanjang 888 km mantap 98 persen dan Pantai Selatan Jawa  sudah terhubung 1.267 km dari total 1.647 km dengan kondisi mantap 83%,” kata Menteri Basuki dalam Rapat Kerja (Raker) tersebut.

 

Menteri Basuki menambahkan, Kementerian PUPR juga sudah meresmikan jembatan Kolonel Sunandar sepanjang 170 meter yang menghubungkan Kudus-Demak yang berada di akses vital jalan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. “Jembatan tersebut sangat membantu masyarakat karena bisa digunakan dua arah. Selain itu, dua jembatan di Temanggung (Jembatan Galeh Progo) juga sudah siap dibuka untuk umum,” ujar Menteri Basuki.

 

Sejumlah perbaikan jalan dengan perkerasan beton (rigid pavement) di Pulau Jawa, juga dikatakan Menteri Basuki sudah selesai dan siap dibuka untuk dapat dilewati saat mudik nanti. “Untuk rigid pavement di daerah Kebumen akan dibuka besok karena menunggu umur beton pada tanggal 22 Mei 2019, begitu pula di daerah Prupuk. Jadi dapat dipastikan semua pekerjaan perbaikan akan dihentikan pada H-10 Lebaran,” tuturnya.

 

Untuk Jalan Tol Trans Jawa, Menteri Basuki mengatakan sudah siap digunakan untuk Mudik Lebaran 2019 sepanjang 1.000,7 km, dengan ruas yang sudah operasional sepanjang 996 km dan sisanya fungsional sepanjang 4,7 km yakni pada ruas Tol Pandaan – Malang seksi 4 Singosari – Pakis. “Termasuk yang sudah operasional yakni Jalan Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 sepanjang 31 km, yang baru diresmikan dua minggu lalu oleh Presiden Jokowi,” kata Menteri Basuki.

 

Sementara untuk di Pulau Sumatera, Menteri Basuki menyatakan total panjang ruas jalan tol yang siap digunakan untuk mudik sepanjang 503 km dengan ruas yang sudah operasional sepanjang 281 km dan sisanya fungsional sepanjang 222 km. Ruas yang sudah operasional tersebut yakni Bakauheni – Terbanggi Besar 140,4 km, Palembang – Indralaya 21,9 km, Medan – Binjai 13,2 km, Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi 62,2 km dan Belawan - Medan - Tanjung Morawa 42,7 km. Sedangkan untuk yang masih fungsional adalah Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 km dan Kayu Agung – Palembang sepanjang 33 km. Pemanfaatan tol fungsional Trans Sumatera sepenuhnya nanti akan berada dibawah kendali Korlantas Polri.

 

Di Jalan Tol Trans Sumatera tersedia 18 rest area di ruas yang operasional, sementara untuk Tol fungsional disiapkan Tempat Istirahat Sementara (TIS). “Untuk pelayanan rest area, Kementerian PUPR menempatkan  40 mobil toilet dan 40 hidran umum diberbagai rest area jalan tol dan posko mudik di jalan Pantura dan Pansela Jawa,” kata Menteri Basuki.

 

Sementara jalan nasional di Sumatera, sepanjang 7.918 Km sudah siap dengan rincian Jalan Lintas Barat 2.563 km dalam kondisi Mantap 97%, Jalan Lintas Timur 3.017 km dalam kondisi mantap 93%, dan Jalan Lintas Tengah 2.338 km dalam kondisi mantap 94%. “Masih ada yang harus diselesaikan perbaikan jalan nasional di Batas Jambi-Palembang karena kegagalan proses lelang. Untuk itu akan dilakukan penanganan darurat agar tidak ada jalan berlubang, sambil proses lelang,” ungkapnya.

 

Dalam rapat kerja tersebut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga didampingi Direktur Jenderal Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, dan Dirut PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani.

 

Saat sebelum menutup rapat, Fary mengatakan rapat kerja ini membahas terobosan-terobosan dari masing-masing mitra kerja Komisi V dalam rangka persiapan penanganan arus mudik lebaran 2019 dan pembahasan lebih lanjut di bahas di lapangan pada saat kunjungan kerja spesifik komisi V DPR RI ke Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Fary meminta agar para Mitra kerja Komisi V ikut mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI tersebut. (rko)