Print

BINA MARGA (MAKASSAR) - Lintas Barat Sulawesi Selatan dipastikan siap hadapi arus mudik Lebaran tahun ini. Hal tersebut terungkap dalam peninjauan jalur lebaran di Provinsi Sulsel, Rabu - Kamis (8-9/05).

Tim peninjau terdiri dari Plt. Kabalitbang, Lukman Hakim; Direktur Pembangunan Ditjen Bina Marga, Achmad Herry Marzuki; Kapus Litbang Jalan & Jembatan Deded Sjamsudin; dan Kepala BBPJNXIII, Miftachul Munir melakukan tinjauan kesiapan Jalur Mudik di Lintas Barat Pulau Sulawesi.

Tahun ini jalur mudik Lebaran di Sulsel di bagi jadi dua koridor, yaitu rute  Makassar-Maros- Pare-pare, Pare pare - Pinrang bts Sulbar, Mamuju - Pasang Kayu. Lalu koridor Makasar-Pare Pare, Enrekang- Toraja- Palopo- Batas Sulsel-Sulteng arah Malili.

"Tahun-tahun sebelumnya arus mudik hanya sampai Palopo saja. Tahun ini ada dua koridor," ujar Lukman Haki

Lukman mendapat laporan bahwa BBPJN XIII sudah terlebih dahulu survey jalur mudik ini hingga Mamuju sampai perbatasan Sulteng dan Sulbar. "Secara umum sudah siap," jelasnya.

Menurut Kepala BBPJN XIII, Miftachul Munir, saat ini sedang berlangsung beberapa paket pekerjaan di kedua koridor. Misalnya paket SBSN di Pare-Pare - Pinrang senilai Rp. 400 miliyar. Adapun pekerjannya  berupa pelebaran dan pengaspalan jalan 6 meter menjadi standar 7 meter dengan bahu jalan masing-masing 2 meter. "Ketika Kemarin minggu lalu saya cek sudah pengaspalan," jelas Munir.

Sementara jalur Poros Palopo - Makassar yang perkerasan betonnya sedang diperbaiki, akan bisa dilewati maksimal ketika mudik nanti. Pasalnya pada arus mudik tahun lalu diberlakukan contra flow menuju pare pare namun sangat berbahaya. Munir menjanjikan dalam satu minggu semua lajur bisa dilewati.

"Masih ada perbaikan keretakan yang perlu direhab  namun untuk sementara kita akan beri aspal, jangan dibongkar," kata Munir.

Kedua koridor jalur mudik ini juga menjadi titik bencana. Beberapa waktu lalu Palopo-Malili provinsi Sulsel dilanda banjir akibat cuaca ekstrim di enam titik. Kemudian di Provinsi Sulbar, dua titik, yaitu di kawasan Kebun Sawit Pasang Kayu dengan banjir setinggi 80 cm. Lalu lintas sempat lumpuh selama 2 hari.

Daerah Tarailu  kilometer  80 dari mamuju, sungai Sampagak daerah banjir sempat memutus jalan,kita timbun bahu jalannya, jam 12 malam baru surut dan kendaraan bisa lewat.

"Sampai saat ini belum ada kabar lalin terhalang. Cuma memang kita timbun bahu jalan yang sempat tergerus banjir," jelas Munir.

Lalu di ruas Wotu - Tarengge- Kayu Langi-bts Sulteng ada 8 titik longsor yang cukup besar. 4 Longsoran tebing yang masuk badan jalan sudah dibersihkan. BBPJN XIII akan mendesain penahan longsornya dan mengusulkan pendanaanya dari sisa lelang atau satker tanggap darurat paska bencana.

Pada kesemparan yang sama, Direktur Pembangunan, Herry Marzuki menginstruksikan untuk melakukan peremajaan marka dan cat median yang mulai pudar.

Sementara, pada survey hari ke dua, tim meninjau arah Jeleponto walaupun tidak termasuk Lintas Barat Sulawesi namun penyokong kota Makassar. Paska banjir bulan Januari silam beberapa titik jalan mengalami keretakan.

"Kami berharap bisa menggunakan dana sisa lelang untuk rehabilitasi tahun ini. Sepintas tidak sampai macet jalannya," terang Munir.

Ia berharap hari-hari menjelang puncak mudik segala pekerjaan jalan di hentikan sementara agar tidak mengganggu kapasitas jalan.

Selain itu BBPJN XIII sudah menyiapkan posko mudik dan menugaskan penilik jalan stand by serta siaga alat berat.   (Ian)