Print

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan didampingi Ibu Negara Iriana meresmikan tol trans Jawa ruas Pasuruan - Probolinggo, pada Rabu (10/4) di gerbang tol Probolinggo Timur, Kabupaten Probolinggo provinsi Jawa Timur.

 

Turut mendampingi Presiden diantaranya sejumlah Menteri Kabinet Kerja yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya I Ketut Darmawahana.

 

"Oleh sebab itu dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim ruas I, II, dan III Pasuruan - Probolinggo, Probolinggo - Pasuruan pada pagi hari ini saya nyatakan resmi dibuka," ucap Jokowi. 

 

Ruas Pasuruan - Probolinggo ini tadi pagi sudah di resmikan seksi I, II, dan III oleh Joko Widodo dan akan di gratiskan dalam waktu 1-2 minggu ke depan, dimana 31,3Km dari total 45Km siap dioperasikan dan untuk seksi IV sepanjang 13,7 belum siap dioperasikan dikarenankan proses perubahan rencana usaha, jalan tol ini memiliki 4 buah simpang susun yaitu Tongas, Probolinggo Barat, Probolinggo Timur, dan Gending.

 

"Seksi I, II, dan III sepanjang 31,3 Km mengurangi 50-60% kepadatan jalan nasional Pasuruan Probolinggo, kita membutuhkan tambahan 13,7Km untuk melanjutkan seksi IV dari Probolinggo Timur sampai Gending, ini akan sangat membantu kawasan Bromo, Tengger, dan Semeru yang termasuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)". ujar Khofifah

 

 

Tol tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur di pulau Jawa, jalan tol Pasuruan - Probolinggo ini termasuk kedalam proyek tol trans jawa yang membentang dari Merak sampai Banyuwangi sepanjang 1148Km.

 

"Kita harapkan dengan tembus nya jalan tol ini terjadi mobilitas barang, mobilitas orang, mobilitas logistik lebih cepat dan kita juga harapkan kawasan kawasan industri kecil, industri micro yang ada di daerah-daerah akan cepat berkembang dalam akses logistik akses ke barang, akses ke produk ini lebih mudah, murah dan efisien dan juga akses ke tempat-tempat pariwisata juga akan lebih memudahkan. Memang proses-proses itu tidak instan memerlukan proses, memerlukan tahapan-tahapan untuk menuju kesana". sambung Jokowi. (KompuBM)