Print

MUARA ENIM (BINA MARGA) - Belum satu bulan setelah Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Tol Bengkulu - Curup - Lubuk Linggau diteken, pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT. Hutama Karya kembali menandatangani PPJT Tol Muara Enim - Simpang Indralaya dan Muara Enim - Lahat - Lubuk Linggau, Selasa siang (9/4).

 

Ketiga ruas Tol ini akan saling terkoneksi serta membuka akses tol dari Bengkulu di pesisir barat ke Pesisir Timur di Tol Palembang Indralaya (Palindra) dengan total panjang 329,3 Km. Seperti kita ketahui Tol Palindra sudah beroperasi dan termasuk dalam Tol Trans Sumatera (Lampung-Aceh) yang sedang dibangun. Sementara ketiga tol yang baru diteken PPJT-nya tersebut merupakan tol Pendukung.

 

"Dua seksi ini merupakan rangkaian jalan tol menuju Bengkulu. Jika telah terhubung seluruhnya, Palembang menuju Bengkulu hanya memerlukan waktu tempuh selama 4 jam," jelas Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit.

 

Sementara jika dua ruas tol yang pengusahaannya baru diteken ini rampung, maka berkendara dari kota Palembang menuju Kabupaten Muara Enim membutuhkan waktu 1,5 jam. Jauh berbeda dengan kondisi saat ini yang perlu ditempuh dalam 4 jam. Waktu tempuh tersebut sudah dibuktikan oleh penulis secara langsung.

 

Danang menjelaskan bahwa tol Muara Enim - Simpang Indralaya memiliki panjang 119 km dengan biaya investasi sebesar Rp 24,1 triliun. Sementara itu ruas Tol Muara Enim - Lubuk Linggau memiliki panjang 114,5 km dengan biaya investasi sebesar Rp 23,7 triliun.

 

"Secara total, investasi yang dibutuhkan untuk tiga ruas tol ini adalah Rp. 85,51 triliun dengan masa konsesi 40 tahun," katanya.

 

Dalan sambutannya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, percepatan pengerjaan ruas tol tersebut karena tol Trans Sumatera dari Lampung hingga Palembang akan rampung Juni nanti.

 

“Tol Trans Sumatera dari Bakauheni di Lampung sampai dengan Palembang akan segera tersambung penuh pada Juni 2019 sepanjang 350 km,” ujarnya Basuki.

 

Dia berharap masyarakat Muara Enim, Palembang, dan Sumsel secara umum bisa mendukung upaya pemerintah untuk membantu membangun infrastruktur di daerah, terutama pada proses pengadaan lahan.

 

“Mohon dukungan masyarakat. Walaupun ini PSN untuk mendukung pengembangan wilayah dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu. Bukan bapak-bapak (daerah) mendukung kami tapi kami (pusat) mendukung bapak-bapak. Sehingga program kerja bisa dikerjakan dengan baik. Kalau pembebasan lahan tidak ada masalah, Insya Allah bisa cepat konstruksinya,” pungkasnya.

 

Jika tidak ada kendala berarti, pemerintah optimis ruas Tol Simpang Indralaya - Prabumulih bisa beroperasi pada Februari 2022.

 

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyatakan terima kasih dan bersyukur perihal pembangunan Jalan Tol Muara Enim - Simpang Indralaya dan Muara Enim - Lahat - Lubuk Linggau ini.

 

“Tidak pernah membayangkan ada ruas tol bahkan jadi pintu masuk di Muara Enim. Ini tentu dengan perjuangan. Dimana kesiapan pemda yang didukung wakil kita di DPR. Maka peristiwa menakjubkan siang hari ini patut disyukuri,” katanya.

 

Turut hadir dalam penandatangan PPJT ini adalah Menteri Perhubungan, Serta unsur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Palembang yang dipimpin oleh KGS. Saeful Anwar. (Ian)