Print

 

Mudik merupakan kegiatan rutin rakyat Indonesia tiap tahun, tidak ada hal khusus yang dipersiapkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga untuk menghadapi momen mudik Lebaran. Segala pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan regular tahunan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembangunan Jalan, Gani Ghazali Akman, saat ditemui oleh wartawan hari ini (14/06) di Jakarta. Karena Lebaran kali ini terjadi di pertengahan tahun, maka terdapat program-program regular yang belum selesai pekerjaannya. 

 

Oleh karenanya, sesuai dengan instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdapat tim-tim pemantau Jalur Lebaran yang turun ke lapangan untuk meninjau langsung kondisi lapangan dan memberi rekomendasi agar seluruh jalan dalam kondisi baik dan dapat dilewati oleh pemudik.

 

“Secara umum, hasil pantauan di lapangan kondisi jalan cukup baik. Ada beberapa titik yang berlubang atau bergelombang, tapi ruas jalan tersebut memang ada dalam paket pekerjaan tahun ini sehingga dilakukan penanganan di ruas jalan tersebut,” tutur Gani.

Gani menambahkan, untuk memberi pelayanan yang maksimal kepada warga yang mudik, pada H-30 Lebaran segala pekerjaan yang menggangu arus lalu lintas harus sudah dihentikan. Akan tetapi terdapat pengecualian untuk pembangunan jembatan Pah dan Sipait di wilayah Jawa Tengah yang pekerjaannya tetap dilakukan dan dikebut agar dapat dilalui pemudik.

“Kami sedang mengusahakan bahwa pada maksimal H-7 Lebaran kedua jembatan ini sudah dapat digunakan oleh pemudik,” terangnya.                                                             

Direktur Pembangunan jalan menambahkan, yang menjadi kegiatan rutin Bina Marga tiap tahunnya pada masa mudik Lebaran adalah menyiapkan posko Lebaran. Tujuannya adalah agar dapat melakukan reaksi cepat bila terjadi bencana. Di posko-posko Lebaran tersebut disediakan alat berat dan operator yang akan siap siaga.

“Di beberapa provinsi, saat ini  sudah mulai membangun posko dan memobilisasi alat, sehingga pada H-10 Lebaran para petugas sudah standby di posko,” ujar Gani.

Membahas mengenai tol, terobosan di masa mudik tahun ini adalah dilakukannya integrasi pembayaran di ruas jalan tol seperti tol Jakarta – Cikampek, Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, Pejagan-Brebes Timur serta tol yang kea rah Bandung. Melalui sistem ini  hanya akan terjadi satu kali transaksi pembayaran tol di pintu keluar. Diharapkan hal ini akan dapat mengurangi antrian kendaraan di gerbang-gerbang tol. 

 

Dalam kesempatan tersebut, Gani juga menyebutkan tol baru yang siap beroperasi penuh pada mudik kali ini adalah Pejagan-Brebes Timur. Selain itu ada sejumlah ruas tol yang akan dimanfaatkan sementara sesuai kondisi di lapangan, meski pembangunan belum rampung seluruhnya. Tol-tol tersebut antara lain Bawen-Salatiga (14,5 km), Mojokerto-Kertosono seksi III ( 5 km) dan Pandaan-Rembang.  

 

 

“Kondisi tol-tol tersebut fungsional, yang artinya dapat dilalui oleh pemudik walaupun keadaan jalannya baru dilapisi oleh beton tipis (lean concrete) maupun hanya jalan kerikil,” terangnya.