Print

 

Setiap tahun di Indonesia arus mudik selalu tinggi, ada beberapa alternatif orang untuk melakukan mudik, yaitu dengan jalan darat, laut dan udara. Tetapi jalur daratlah yang paling diminati oleh masyarakat dan selalu menjadi pilihan utama salah satunya yakni jalan tol.

 

“Tol sebenarnya di bangun di banyak tempat. Di Pulau jawa sendiri itu Trans Jawa (Jakarta – Semarang) (Solo-kertosono) (Surabaya – Mojokerto) kita sedang mendekati penyelesaian. Jadi diharapkan tahun depan sebagian besar selesai. Untuk sumatera dari Bakauheni sampai Terbanggi besar (Indralaya – Palembang) (Medan – Tebing tinggi – Kualanamu), Ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Hediyanto dalam acara Talkshow (06/06).

 

Hediyanto menjelaskan, ada beberapa tol yang sudah dan akan diresmikan oleh Presiden,  bulan lalu Presiden meresmikan Mojokerto – Krian (kurang lebih 20 KM), Kemudian akan berencana dalam waktu dekat meresmikan Tol Pejagan – Brebes Timur yang langsung melayani angkutan lebaran. Tahun depan mudah-mudahan Tol Batang – Semarang (kurang lebih 75Km).

 

Untuk tol  Trans Jawa, Bawen - Salatiga ini masih tanah tapi pada saat H-12  diupayakan sebagian beton agar lalu lintas lancar. Dirjen Bina Marga menambahkan, Jembatan Tuntang tidak sempat diselesaikan, karena keterbatasan waktu . 

 

“Kita akan usahakan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, dilokasi Ini belum ada rest area karena memang tol nya sendiri belum jadi,” terangnya

 

Sedangkan, tol Solo-Kertosono menurut Hediyanto ini paling panjang pelayanan tambahan. Hampir 25 KM, mulai dari Interchange Adisumarmo sampai ke Sragen 25 KM. kira-kira baru 85 persen. Nanti pada H-12 tanah-tanah dirapikan. Ditjen Bina Marga mengakui juga ada kendala-kendala,yaitu kendala pembebasan lahan. Rest area juga akan sediakan walaupun darurat. Untuk saat ini ditutup dan akan beroperasi penuh 6 bulan dari sekarang.

 

Untuk mengurangi kemacetan, Ditjen Bina Marga sudah berkoordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol terkait, untuk menyatukan sistem perbankan dan elektroniknya. Sehingga pada 13 nanti diresmikan sistem terintegrasi. Dari 7 pintu akan dipangkas 4 pintu sehingga tinggal 3 pintu. Tetapi tetap harus memperbanyak pintu keluar. Sehingga diharapkan mengantisipasi kemacetan.  Rest area juga termasuk sumber kemacetan. 

 

“Sehingga kita memikirkan supaya ada pengaturan di rest area ini dengan membatasi waktu. Menambah juga tidak cukup tetapi harus dengan membatasi waktu,” Terang Hediyanto.

 

Sebagai penutup, Hediyanto memberikan tips bagi pengemudi pada beberapa ruas jalan tol yang dapat dimanfaatkan adalah mengetahui rute jalur, kecepatan kendaraan, kondisi fisik kendaraan dan memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang. Untuk keamanan di jalan tol sendiri Ditjen Bina Marga menambah alat-alat pengaman seperti lampu, rambu-rambu dan tempat istirahat, termasuk mobil ambulance dan mobil darurat yang akan membantu apabila terjadi kecelakaan.(ange)