Print

Komisi V  DPR-RI yang dipimpin oleh Muhidin M Said, melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara untuk meninjau pembangunan jalan tol Medan–Binjai. Pembangunan  ini merupakan bagian dari pembangunan beberapa tol Trans Sumatera yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antar-wilayah dan mengurangi biaya logistik.

 

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN I), Paul Ames Halomoan, menerangkan bahwa pembebasan lahan sampai saat ini baru 78% dan masih terus dikoordinasikan dengan bupati setempat. Sedangkan pembangunan fisik Seksi 2 mencapai 18% dan Seksi 3 mencapai 37%.

Paul mengatakan terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan tol Medan - Binjai antara lain beberapa lahan masih belum dibebaskan dan beberapa lahan yang sudah dibebaskan masih diduduki masyarakat sehingga belum bisa dilakukan pekerjaan konstruksi pada Main Road seksi 1 dan akses Helvetia; DED (Rencana Tehnik Akhir) yang belum selesai ; serta design gerbang tol dan design kantor cabang belum selesai.

Ruas jalan tol sepanjang 16,8 Km ini diharapkan menurunkan tingkat kemacetan di Sumatera Utara yang pada titik-titik tertentu sudah demikian padat dan tak terkendali. Jalan tol Medan-Binjai akan membagi beban kendaraan dengan Jalan Medan - Binjai yang merupakan salah satu ruas terpadat dalam jalan raya Lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dan Banda Aceh.

Jalan tol ini akan menyambung dengan jalan tol Belawan-Medan-Tanjung Morowa (Belmera)  yang telah ada sebelumnya di sekitar pintu tol Tanjung Mulia, lalu menyusuri kawasan Medan Helvetia, Sei Semayang dan sampai ke jalan lingkar luar kota Binjai sebagai titik akhir.

Pembangunan jalan tol ruas Medan-Binjai dilakukan oleh PT Hutama Karya (persero) Tbk dengan panjang total mencapai 16,8 kilometer (main road) dengan biaya investasi hingga Rp 1,6 triliun. Pembangunan jalan tol ini direncanakan berlangsung 3 tahun serta rampung pada 2017.

Pengerjaan konstruksi jalan tol ruas Medan-Binjai dibagi menjadi tiga3 seksi yakni seksi 1, Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,27 Km; seksi 2 Helvetia-Semayang  sepanjang 6,1 Km; dan seksi 3 Semayang-Binjai sepanjang 4,2 Km. (Tina&Wulan)