Print

 

 

Labuan Bajo (BINA MARGA) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Kamis, (29/4) tiba di Labuan Bajo Manggarai Barat,NTT untuk meninjau kesiapan infrastruktur ke-PU-an jelang even internasional Tour De Flores pada 16-26 mei 2016. Menteri PUPR akan berada di flores selama 3 hari dan didampingi oleh Direktur Pembangunan Jalan, Ahmad Ghani Gazali, dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional VIII, Saeful.

 

”Kita ingin memantau langsung kesiapan sarana prasarana penunjuang pariwisata di Labuan Bajo karena daerah ini menjadi salah satu destinasi priaoritas nasional tahun 2016, kita mau pastikan apakah air bersihnya sudah ada, toiletnya sudah ada atau belum,” ujar Basuki.

 

Selain ingin memantau kesiapan sarana pariwisata di daerah Flores, Basuki juga memantau kondisi jalan Trans Flores yang akan dilalui peserta Tour de Flores pada Mei mendatang. Pasalnya ratusan pesepeda akan gowes dari Larantuka hingga Labuan Bajo (lintas flores) yang terbagi dalam lima etape sepanjang 661,5 km.

 

Adapun etape-etape tersebut adalah larantuka-maumere (138,8km), Maumere - Ende (141,3 km), Ende - Bajawa (123,3 km), Bajawa - Ruteng (136,6 km), dan Ruteng - Labuan Bajo (121,5 km). Rute yang akan dilewati inilah yang biasa dikenal dengan Trans Flores.

 

“Kami juga ingin memantau jalan Trans Flores, yang sebentar lagi akan ada Tour de Flores, kondisi jalan juga harus diperhatikan,” ungkapnya.

 

Dimulai dari Bandara Komodo,Labuan Bajo, perjalanan darat ditempuh hingga daerah Lembong sepanjang lebih kurang 60 km. Menurut pantauan langsung memang terdapat beberapa titik yang memerlukan pengaspalan hinga pembersihan material longsor seperti yang terjadi di sta 367+500, di kawasan Melo ruas Labuan Bajo - Ruteng. Kondisi jalan yang berkelok-kelok dan menanjak memang menjadikan beberapa lokadi di Trans Flores rawan longsor.

 

Basuki mengatakan, secara jangka pendek, ia sudah menginstrusikan langkah antisipatif jika terjadi longsor seperti menyiapakan alat berat dan tanki air untuk membersihkan material debu di badan jalan dan longsoron. "Namun secara jangka panjang, jika kita bicara tebing, kita sudah lakukan survey dan desain," jelas Basuki.

 

Berdasarkan pantauan lapangan, selain terjadi longsoran, di sepanjang rute Trans Flores masih ditemui aspal-aspal mengelupas di beberapa titik, bahu jalan yang ditumbuhi rumput, marka jalan yang hilang, patok pengarah & papan penunjuk jalan. Bahkan menurut data yang diterima dari PPK 12 ruas Gako-batas kota Ende ada pekerjaan jembatan Ae Pika di Km 78+880. PPK terkait akan memperbaiki kondisi jalan alternatifnya agar layak dilalui dan dibuat rambu jalan. Bahkan data terakhir menyebutkan jalan alternatif tersebut sudah diagregat dan siap diaspal.

 

Mengingat waktu pelaksanan Tour de Flores yang semakin dekat, Basuki mengatakan dirinya sudah menyepakati pada H-7 rute Tour de Flores nyaman untuk dilalui. "Saya kira ini masih dua minggu lagi ya, janjinya H-7 kita akan selesaikan. Nanti akan kita cek melalui Pak Direktur dan Kepala Balai," jelas Basuki, optimis.

 

 

Pada kesempatan yang sama, direktur pembangunan jalan direktorat jenderal Bina Marga, Ahmad Ghani Ghazali mengatakan bahwa di Trans Flores terdapat pemaketan pekerjaan dengan sistem paket long segment. Lebih lanjut, Ghani menjelaskan bahwa dalam paket ini pelaksanaan pelebaran dan pemeliharaan dilakukan dibawah satu kontrak. "Jadi itu yang sekarang kita push agar pekerjaan pemeliharan (pengaspalan) dilakukan lebih dulu terkait Tour de Flores ini," ujar Ghani (Ian)