Print

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Kendari, Sulawesi Tenggara ditargetkan rampung pada akhir 2018. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VI Deded P. Sjamsudin saat mendampingi rombongan anggota Komisi V DPR saat melakukan kunjungan kerja ke Sultra pada Senin-Rabu (21-23/3).

 

"Proyek Jembatan Teluk Kendari ini bertujuan menghubungkan Kota Lama dengan Poasia, mengembangkan aktivitas pelabuhan peti kemas dan kawasan industri daerah Lapulu, serta menghemat biaya operasi kendaraan, jarak dan waktu tempuh dari Kota Lama ke Poasia," ucap Deded.

Dia melanjutkan, Jembatan Teluk Kendari memiliki panjang 1,3 Km dan merupakan proyek tahun jamak (multy years contract) dengan nilai Rp729 miliar. Konstruksi telah dimulai sejak dilakukan groundbreaking pada Februari lalu. Hambatan yang ada dalam proyek ini antara lain pembebasan lahan disisi Kota Lama dan Poasia belum tuntas, sehingga menghambat mobilisasi pembangunan.

“Kegiatan pembersihan logam berbahaya (ranjau laut) disepanjang trase jembatan belum dilakukan,sehingga pekerjaan air juga belum dapat dilakukan,” sambung Deded.

Gubernur Sultra Nur Alim yang ikut mendampingi Kunker Komisi V DPR mengharapkan adanya perhatian lebih dalam dari para wakil rakyat di Komisi V DPR terkait pembangunan Proyek Jembatan Teluk Kendari. Ketua Komisi V DPR sekaligus pemimpin rombongan Kunker ke Sultra, Michael Watimena mengatakan, tujuan Kunker adalah untuk melihat secara langsung progres pembangunan di  Sulawesi Tenggara, khususnya di bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, infrastruktur bidang jalan dan jembatan.

 

“Kunker dilakukan untuk menyerap aspirasi dan mengetahui berbagai persoalan di daerah Kendari. Khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang telah dan akan di biayai oleh APBN. Hasil kunjungan kerja ini, selanjutnya akan segera ditindaklanjuti dalam rapat Komisi V di masa sidang yang akan dating,” terang Michael. (ange & tina)