Follow Me

Follow Me

Who's Online 

We have 21 guests and no members online

Bina Marga (Sumedang) – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meninjau langsung pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu). Presiden mendatangi lokasi tol Cisumdawu tepatnya seksi 2, fase 1 di Jembatan Cisarongge, Desa Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Kamis (18/3). Joko Widodo mendapatkan penjelasan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Hediyanto W. Husaini mengenai progres konstruksi tol tersebut.  

 

Presiden memang secara khusus datang untuk mengecek jika ada masalah dilapangan. "memang disini medannya berat, tanahnya labil, naik turun. Sehingga dikeroyok bareng-bareng oleh pemerintah dan swasta. Tadi ada pesan dari Dirjen Bina Marga, Menteri PUPR, dan Menteri BUMN bahwa semuanya tidak ada masalah," jelas presiden yang biasa disapa Jokowi ini.

Pembangunan tol Cisumdawu ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Jawa Barat, meningkatkan aksesbilitas, dan meningkatkan kapasitas jaringan jalan yang menghubungkan wilayah- wilayah di kota Bandung dengan wilayah di sekitar Cirebon. Selain untuk mendukung rencana pembangunan Bandara Internasional Kerta Jati, Jawa Barat, (BIJB)

Nantinya tol sepanjang 60 km ini terhubung dengan Tol Cikampek - Purwakarta - Padalarang - Cileunyi, Tol Cikampek - Palimanan, dan tol Palimanan - Kanci yang telah beroperasi. Secara keseluruhan, Tol Cisumdawu terdiri dari enam seksi, yaitu seksi 1 sepanjang 12,025 km yang menghubungkan Cileunyi dengan Tanjung Sari (Rancakalong). Perkiraan biaya konstruksi adalah Rp. 2,1 Triliun yang dananya bersumber dari APBN dan pinjaman luar negeri dan ditargetkan selesai 2106.

Seksi 2 sepanjang 17,05 km, memnghubungkan Tanjung Sari (Rancakalong)-Sumedang. Perkiraan biaya konstruksi senbesar Rp. 4,22 Triliun. Seksi 2 saat ini dalam masa konstruksi dengan sumber pendanaan dari APBN dan pinjaman dari negeri Tiongkok. Seksi 2 ini ditargetkan rampung pada 2018.

Kemudian seksi 3 hingga seksi 6 sepanjang 32,6 km menghubungkan Sumedang - Cimalaka - Legok - Ujung Jaya - Dawuan dan akses BIJB. Perkiraan biaya konstrusksi sebesar Rp. 5,1 Triliun dan rencananya akan dilakukan lelang investasi.

Dari 6 seksi tersebut, baru seksi 2 yang pelaksanan konstruksinya sudah berjalan dengan dua fase. Fase 1 sepanjang 6,35 km, sampai dengan Maret 2016 telah tercapai progres fisik sebesar 82,03% dengan progres lahan 93,31%.

"Semoga tahun ini bisa selesai (fase1) sementara fase 2 baru tandatangan kontrak," ujar Dirjen Bina Marga Hediyanto W. Husaini di kesempatan yang sama.

Fase 2 sepanjang 10,7 km, sampai dengan Maret 2016, sedang dalam tahap persiapan pembangunan dengan progres lahan sebesar 80,12%. Hediyanto menargetkan fase 2 bisa selesai pada akhir 2017. Di pekerjaan seksi 2 fase 2 ini akan dibuat sepasang terowongan jalan yang pertama di Indonesia. kedua terowongan ini akan dibangun sepanjang 472m, lebar 14 m, dan tinggi 8 m.

"Terowongan untuk MRT, bendungan sudah ada. Kalau untuk jalan ini yang pertama," terang Hediyanto.

Terowongan akan dibangun mulai April. Dia optimis bisa menyelesaikan terowongani dalam setahun. Lebih cepat dari rencana 2 tahun. Adapun teknologi yang digunakan tidak terlalu sulit namun unik. Dirinya berharap pengalaman membangun terowongan ini juga menjadi pelajaran bagi yang lain. (ian)

You are Here

Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top