Print

 

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga berharap PT Pindad (Persero) dapat membantu memenuhi kebutuhan peralatan berat nasional dalam bidang infrastruktur. Hal tersebut disampaikan, Direktur Jembatan, Ditjen Bina Marga Hedi Rahardian saat melakukan kunjungan lapangan ke pabrik PT Pindad di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/2).

 

Hedi menyebutkan, kunjungannya tersebut sebagai dukungan nyata terhadap produk-produk anak bangsa serta melihat langsung dan membahas teknik desain juga kinerja Excava 200. Dia mengharapkan produk Pindad tersebut dapat membantu pekerjaan Ditjen Bina Marga khususnya untuk kawasan perbatasan di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

PT. Pindad (Persero) adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk - produk militer dan komersial di Indonesia. Kegiatan PT. Pindad mencakup desain dan pengembangan, rekayasa, perakitan dan fabrikan serta perawatan. Dalam kunjungan ke pabrik PT Pindad, Direktur Jembatan turut didampingi tim Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan yaitu Jamasri dan Djoni Rustino.

Salah satu produk non militer yang mulai dikembangkan sejak akhir 2014 adalah alat berat excavator Excava 200 yang memiliki kapasitas 20 ton. Produk ini mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan beberapa produk sejenis, yaitu kualitas dan kehandalan yang sejajar dengan produk lain, biaya operasional yang lebih rendah karena memiliki spesifikasi mesin sesuai dengan aplikasi, memiliki komponen struktur yang lebih kokoh.

PT Pindad menambahkan, keunggulan Excava 200 adalah digunakannya floating pin dan lube system  untuk mempermudah perawatan, memiliki undercarriage skiddy specification, dilengkapi dengan ekstra jalur sistem hidrolik untuk breaker atau attachment lainnya serta memiliki heavy duty bucket specification.  Selain itu harga yang dipasarkan relatif lebih kompetitif dibandingkan produk lainnya.