Follow Me

Follow Me

Who's Online 

We have 15 guests and no members online

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menyelesaikan tahapan prakualifikasi dari lelang ulang jalan tol Batang-Semarang. Konsesi ruas tol sepanjang 75 Km tersebut, sebelumnya dimiliki oleh PT Marga Setia Puritama. Namun, pemerintah mencabut konsesi atau hak pengelolaan atas ruas tol tersebut karena sudah lalai dalam memberikan jaminan tanda komitmen untuk melanjutkan proyek yang sudah mangkrak bertahun-tahun.

 

 

“Sudah keluar hasil prakualifikasinya ada lima perusahaan, mereka kita minta untuk masukan penawaran dalam sebulan,” ungkap Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono disela-sela kunjungan kerjanya meninjau jalan Pantai Utara (Pantura), Jawa pada Rabu (28/1).

 

Turut mendampingi peninjauan tersebut antara lain Direktur Jenderal Bina Marga, Hediyanto Husaini, Direktur Pembangunan Jalan, Achmad Ghani Ghazali Akman, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah, Soebagio dan Kepala BPJT, Herry T.Z.

 

Basuki mengatakan, proses lelang ulang jalan tol Batang-Semarang direncanakan rampung pada pertengahan Maret. Setelah ditentukan pemenangnya, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang ditetapkan tersebut diminta langsung bekerja demi mengejar target jalan tol Trans Jawa berfungsi pada 2018.

 

Sembari menunggu pemenang ruas tol yang merupakan bagian dari Trans Jawa tersebut, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terus melakukan upaya pembebasan lahan. Salah satu spot yang dilakukan land clearing adalah tanah milik PTPN Batang, Jawa Tengah.  Di lahan tersebut ada 95 hektar atau setara 30-35 Km jalan akan dibebaskan untuk tol Batang-Semarang.

 

“Kita land clearing melalui swakelola, (sudah) sekitar 10 Km, sehingga begitu nanti sudah ada pemenangnya, bisa langsung kerja,” sebut Menteri PUPR.

 

Basuki melanjutkan proses pembebasan lahan melalui swakelola tersebut masih akan dilanjutkan lagi sepanjang 3 Km. Dalam kesempatan tersebut, Dia kembali menyatakan, sebenarnya pemerintah tidak ingin mencabut konsesi BUJT sebelumnya terhadap ruas Batang-Semarang.

 

“Kami sebenarnya tidak ingin memutus investor, inginnya hanya (agar pembangunan tol) tidak mangkrak, sudah coba kita temukan dengan mitra strategis, namun tidak ketemu solusinya, sehingga terpaksa kita retender,” lanjutnya.

 

Menteri PUPR juga menyampaikan, demi mendukung kelancaran arus mudik lebaran tahun 2016, pihaknya berusaha mengoperasikan/memfungsionalkan beberapa jalan tol baru di Jawa diantaranya, ruas Pejagan-Brebes Timur, ruas Semaran-Solo Seksi III ( Bawen – Salatiga), ruas Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono serta ruas Mojokerto-Surabaya. (KompuBM)

You are Here

Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Blue Gray
Background Color
Text Color
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Scroll to top