Print

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga menargetkan konstruksi jembatan Cisaronge di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang merupakan bagian dari jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dapat diselesaikan dalam dua bulan kedepan. Saat ini proges fisik di lapangan sudah mencapai hampir 90 persen.

 

“Saat ini tinggal pengerjaan lantai-lantai jembatannya, dua bulan lagi selesai,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Hediyanto W. Husaini saat meninjau lokasi pembangunan jalan tol Cisumdawu bersama rombongan wartawan pada Jumat (18/12).

 

Hediyanto mengatakan, keunikan jembatan Cisaronge diantaranya adalah memiliki lengkungan baja tidak di bagian atas, Jembatan sepanjang 350 meter justru menempatkan lengkungan baja 84 meter di bagian bawah. Hal tersebut dikarenakan arus air sungai yang berada di bawah jembatan Cisaronge berada cukup tinggi sehingga dinilai tidak akan menenggalamkan lengkungan baja itu.

 

“Jadi terlihat indah, meskipun sebenarnya ini bukan jembatan pertama yang lengkungannya ada di bawah,” sambungnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bina Marga juga mengajak para wartawan ke lokasi pembangunan terowongan di tol Cisumdawu. Pada seksi II jalan tol tersebut memang akan dibangun tunnel atau terowongan sepanjang 472 meter yang berada di Bukit Cilengsar. Hediyanto menyebutkan dengan membangun tunnel tersebut, selain menghemat waktu pengerjaan juga lebih hemat biaya dibanding harus membelah bukit.

 

Dia melanjutkan, dengan teknik terowongan, anggaran yang bias dihemat mencapai 90 persen. Aspek lain yang menjadi pertimbangan adalah jumlah tanah yang diangkut akan lebih sedikit ketimbang harus membelah bukit. Konstruksi tunnel itu akan dikerjakan Metallurgy Corporation of China (MCC) dengan metode New Austrian Tunneling Method.

 

 

Kepala Satuan Kerja (Satker) Tol Cisumdawu, Wida Nurfarida mengatakan, metode NATM merupakan salah satu metode manual dengan memberikan penguatan pada bagian atas struktur tanah lalu dilakukan pengerukan tanah menggunakan eskavator. Dengan teknik ini setiap harinya dapat menggali sekitar 60-80 cm. Pengerjaan dilakukan dari dua arah dan direncanakan selesai dalam 28 bulan.

 

“Biaya pengerjaan konstruksi tunnel ini senilai Rp 800 miliar,” ujar Wida.

 

Jalan tol Cisumdawu memiliki panjang total 61,675 Km yang terbagi dalam enam seksi. Seksi I Cileunyi-Rancakalong (12,025 km), Seksi II Rancakalong-Sumedang (17,05 km), Seksi III Sumedang-Cimalaka (3,7 km), Seksi IV Cimalaka-Legok (8,2 km), Seksi V Legok-Ujung Jaya (16,42 km) dan Seksi VI Ujung Jaya-Dawuan (4,23 km). Biaya pembangunan Tol Cisumdawu dengan mencapai Rp14 triliun dengan rincian untuk konstruksi Rp11 triliun dan pembebasan lahan Rp2 triliun.



Hediyanto menyebutkan, seksi I dan II akan dikerjakan pemerintah dan sisanya investor. Namun saat pengoperasian nantinya akan dilakukan secara keseluruhan oleh Badan Usaha Jalan Tol atau investor. Pembangunan tol tersebut dimulai dari seksi kedua karena pembebasan lahannya paling siap, selain untuk antisipasi apabila terjadinya bencana yang memutuskan Cadas Pangeran.

 


Dirjen Bina Marga menuturkan, seksi I dan II ditargetkan selesai akhir 2018, sedangkan seksi lainnya baru akan dilelang pada Januari 2016 dan ditargetkan selesai pada akhir 2019. Jika nanti selesai, maka tol ini akan menghubungkan tiga pusat pertumbuhan ekonomi, Jakarta - Bandung - Cirebon