Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum
   
Cari Informasi :      
Info Terbaru : *) Kondisi Ruas Jalan Nasional 2011                          *) Terlampir File SK GUB DKI tentang SP2LP 6 Ruas Tol DKI                          *) BAHAN PAPARAN DIRJEN BM DALAM RAKERTAS KEM PU                          *) Jembatan pada Ruas Jalan Nasional 2010                          *) Panjang Jalan Nasional menurut SK Menteri 2009                          *) Surat Percepatan Penyerapan Anggaran Kegiatan TA. 2011                          *) Draft Buku Road Map Bina Marga 2011                          *) Reformasi Birokrasi Ditjen Bina Marga 2011                          *) Pelaksanaan Kegiatan Ditjen Bina Marga Tahun Anggaran 2011                          *) REQUEST FOR EXPRESSIONS of INTEREST of CORE TEAM CONSULTANTS (CTC) WINRIP                          *) WINRIP: LARAP Krui - Biha with Addendum Way Magnai Bridge                          *) ENVIRONMENT & SOCIAL MANAGEMENT FRAMEWORK (ESMF) dan LARAP Padang - Bengkulu - Lampung                          *) Permen PU 11 tahun 2010 - Tata Cara dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan                          *) Permen PU 20 tahun 2010 - Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-bagian Jalan                          *) Download Surat Edaran Menteri Nomor : 14/SE/M//2010 Tentang Percepatan Pelaksanaan Program 2010 dan Persiapan Pelaksanaan dan Penajaman Program 2011 Kem.PU                           
 
DitJen Bina Marga
    PROFIL BINA MARGA
    VISI DAN MISI
    STRUKTUR & ORGANISASI
    TUGAS DAN FUNGSI
    KEBIJAKAN DAN STRATEGI
    PRIORITAS PROGRAM
    RENCANA STRATEGIS
    LAKIP
    GALERI BINA MARGA
    PMU BINA MARGA
    EIRTP - 1
    EIRTP - 2
    SRIP
    RR2P
    EINRIP
 
Berita Bina Marga


Koordinasi Bina Marga-Korlantas Jelang Arus Mudik 2012
Jumat, 11 Mei 2012 - 11:05 WIB

 

Bandung (Bina Marga) – Untuk kesekian kalinya Ditjen Bina Marga, Kementerian PU melakukan koordinasi dengan Korps Lalu Lintas Polri sebagai langkah mengadapi arus mudik Lebaran 2012. Hal ini terungkap dalam Rakor Hasil Survey Jalur Lebaran 2012 di Bandung (10/05).

Hadir kala ltu, Direktur Bina Pelaksana Wilayah II Bina Marga, Winarno, Kepala BPJN IV, Bambang Masrianto, Kasubdit Sisdal Wilayah II, Tasripin Sartiyono, Wakapolda Jabar, Brigjenpol Hengkie Kaluara,  dan Ketua Panita Survey, Kombes Pol  Gatot Subroto.

Dalam paparannya, Gatot mengatakan pihaknya telah melakukan survey bersama tim dari Bina pada jalur utama mudik, yaitu jalur PanturaUtama dan Alternatif (Jakarta – Surabaya – Jakarta), Pantai Selatan Utama dan Alternatif (Jakarta – Surabaya – Jakarta), serta Lintas Sumatera  Utama dan Alternatif (Jakarta – Lampung – Jakarta).

Gatot menambahkan agar dilakukan Percepatan pekerjaan dan perbaikan pada ruas jalan /jembatan (utama dan alternatif) yang mengalami kerusakan / longsor sehingga mobilisasi baik masyarakat pengguna jalan maupun arus transportasi  perekonomian menjadi lebih lancar, efektif dan efisien

Ia juga menyarankan pekerjaan jalan untuk dihentikan sementara pada H-15 lebaran dan dapat dilanjutkan kembali setelah pelaksanaan operasi pengamanan lebaran dinyatakan selesai.

Sementara itu, Wakapolda mengatakan pihaknya akan mulai melakukan pengamanan Jalur Lebaran nasional selama 16 hari terhitung sejak 12 s.d 27 agustus 2012 atau H-7 sampai H+7 Lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bina Pelaksana Wilayah II, Ditjen Bina Marga, Winarno mengatakan, berkaca dari tahun lalu akan beberapa titik rawan kemacetan selama arus mudik kali ini, yaitu Merak,Cikampek, Lingkar Nagreg dsk, Cirebon – Pejagan – Brebes, Ciregol, Sumpiuh, Fly Over Kalibanteng,  Akses Tol Semarang-Ungaran, Ambarawa, dan Porong- Sidoarjo.

“Untuk antisipasi kemacetan di beberapa titik ini, kami sudah melakukan beberapa tindak lanjut yang sesuai,” jelas Winarno di hadapan 150 peserta rakor.

Ia juga mengingatkan pada pengguna jalan dan pihak kepolisian dan bahwa kasus kecelakaan pada arus mudik bisa saja terjadi di segala kondisi jalan, baik jalan rusak maupun mulus hingga jalan lancar bahkan jalan ketika macet. "Biasanya kecelakaan disebabkan oleh kondisi fisik pengemudi yang lelah, kurang konsentrasi, hingga sikap kurang disiplin," jelasnya.

Sementara menyoal kemacetan, disamping kondisi jalan yang kurang memadai, kemacetan ataupun antrian kendaraan di setiap arus mudik kerap terjadi karena adanya pasar tumpah yang sulit ditertibkan.

"Dari tahun ke tahun aktifitas pasar tumpah tidak pernah bisa selesai terutama di Pantura. Namun sebagai contoh Bina  Marga telah mengoperasikan Flyover Pasar Gebang di Cirebon yang dibuat untuk menghindari kemacetan akibat aktifitas pasar di hari biasa ditambah aktifitas pasar tumpah ketika arus mudik," kata Winarno.  (ian/infokom/bm)



Arsip Berita : 

    APLIKASI BINA MARGA
    SIPP
    SAK
    RKA-KL
    SIMAK-BMN
    SIMTOL
    GUNTINGAN BERITA
    MEDIA CETAK
    MEDIA ELEKTRONIK
    LINK TERKAIT

Pengunjung ke : 0
Tahun 2014


DitJen Prasarana Wilayah
 

Download : Acrobat Reader
Untuk Saran serta Kritik, Kontak Admin.
Copyright © INFOKOM 2011, All Rights Reserved.