Direktorat Jenderal Bina Marga - Kementerian Pekerjaan Umum
   
Cari Informasi :      
Info Terbaru : *) Kondisi Ruas Jalan Nasional 2011                          *) Terlampir File SK GUB DKI tentang SP2LP 6 Ruas Tol DKI                          *) BAHAN PAPARAN DIRJEN BM DALAM RAKERTAS KEM PU                          *) Jembatan pada Ruas Jalan Nasional 2010                          *) Panjang Jalan Nasional menurut SK Menteri 2009                          *) Surat Percepatan Penyerapan Anggaran Kegiatan TA. 2011                          *) Draft Buku Road Map Bina Marga 2011                          *) Reformasi Birokrasi Ditjen Bina Marga 2011                          *) Pelaksanaan Kegiatan Ditjen Bina Marga Tahun Anggaran 2011                          *) REQUEST FOR EXPRESSIONS of INTEREST of CORE TEAM CONSULTANTS (CTC) WINRIP                          *) WINRIP: LARAP Krui - Biha with Addendum Way Magnai Bridge                          *) ENVIRONMENT & SOCIAL MANAGEMENT FRAMEWORK (ESMF) dan LARAP Padang - Bengkulu - Lampung                          *) Permen PU 11 tahun 2010 - Tata Cara dan Persyaratan Laik Fungsi Jalan                          *) Permen PU 20 tahun 2010 - Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian-bagian Jalan                          *) Download Surat Edaran Menteri Nomor : 14/SE/M//2010 Tentang Percepatan Pelaksanaan Program 2010 dan Persiapan Pelaksanaan dan Penajaman Program 2011 Kem.PU                           
 
DitJen Bina Marga
    PROFIL BINA MARGA
    VISI DAN MISI
    STRUKTUR & ORGANISASI
    TUGAS DAN FUNGSI
    KEBIJAKAN DAN STRATEGI
    PRIORITAS PROGRAM
    RENCANA STRATEGIS
    LAKIP
    GALERI BINA MARGA
    PMU BINA MARGA
    EIRTP - 1
    EIRTP - 2
    SRIP
    RR2P
    EINRIP
 
Berita Bina Marga


Komisi V Mendesak Percepatan Pembangunan Tol
Senin, 28 Maret 2011 - 9:51 WIB

 

Jakarta (28/03)-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendesak Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Bina Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan beberapa ruas jalan tol utamanya. Hal ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Bina Marga PU, Kepala BPJT, Dirut PT. Jasa Marga, dan jajaran Dirjen dari Kementerian Perhubungan, kemarin di Jakarta.

Ruas jalan itu diantaranya Tol Trans Jawa dan  Tol Jabodetabek. Tol trans Jawa meliputi 24 ruas jalan tol trans jawa dengan 9 ruas prioritas sepanjang 617 km yang terdiri dari ruas cikampek-palimanan (116 km) , pejagan-pemalang (57.51 km), pemalang- batang (39.20km) , batang- semarang (74.20km) , semarang-solo (75.70km), solo-ngawi (56.35km), ngawi-kertosono (123.65km), kertosono- mojokerto (40.50km), dan mojokerto-Surabaya (36.27 km).

Dirjen Bina Marga, Djoko Murjanto mengatakan bahwa Sembilan ruas jalan tol prioritas ini telah memiliki investor dan beberapa telah memasuki tahap Pengadaan Tanah dan Konstruksi. Sementara untuk ruas solo-ngawi dan ngawi-kertosono yang memiliki total panjang 177.12 km baru memasuki tahap Perjanjian Peraturan Jalan Tol.

“Kami menargetkan kesembilan ruas tol prioritas ini akan beroperasi mulai 2014 dengan masa konsinyasi mulai dari 35 sampai 45 tahun,” tambahnya.

Diluar 9 ruas potensial ini, Ditjen Bina Marga juga telah memplot beberapa seksi tol potensial yang menghubungkan bogor-sukabumi, sukabumi-ciranjang, ciranjang-bandung,bandung-palimanan, semarang-demak, semarang-yogyakarta, yogyakarta-solo, malang-pasuruan, pasuruan-probolinggo, dan probolinggo-banyuwangi. “untuk ruas-ruas potensial ini prosesnya sudah mencapai persiapan lelang,” ujar Djoko Murjanto.

Sementara itu, kawasan Jabodetabek juga memiliki 24 ruas tol terprogram dengan 7 ruas prioritas diantaranya. 6 dari ruas prioritas ini merupakan prakarsa pemprov DKI melalui PT. Jakarta Tollroad Development dan 1 ruas, yaitu Akses Tanjung Priok akan dibangun oleh pemerintah.

Tol Luar Jawa

Selain itu, komisi V juga mendesak percepatan pembangun jalan tol di  Pulau Sumatera dan Pulau Bali. Di Pulau Sumatera jalan tol yang akan dibangun adalah ruas medan-kualanamu-tebing tinggi, kisaran- tebing tinggi, medan-binjai, pekanbaru-kandi-dumai, Palembang-indralaya,tagineneg-babatan, bakahueni-terbanggi besar,terbanggi besar-pematang panggang, batu ampar-muka kuning-hang nadim, dan bukit tinggi-padang.

“10 ruas jalan tol baru ini baru mencapai prose Persiapan Lelang,” ujar Djoko Murjanto.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga juga mengatakan bahwa pada tahun 2012 pihaknya berencana jalan tol ruas Serangan-Tanjung Benoa  di Bali. Hingga berita ini diturunkan proses pembangunan jalan tol seharga Rp. 1,961 triliun ini baru mencapai tahap feasibility study dan studi AMDAL. Jika berjalan sesuai rencana, ruas tol ini akan beroperasi mulai 2013 dengan konsinyasi konsorsium BUMN selama 50 tahun.

Menyikapi beberapa rencana pembangunan ini, Komisi V DPR RI mendesak PU dan Ditjen Bina Marga pada khusunya untuk mempercepat proses pembebasan lahan, menambah alokasi BLU BPJT, dan mengandemen kontrak PPJT agar lebih ketat dan menjamin pelaksanaan pembangunan jalan tol tidak tertunda lagi. (ian/arief/infokom/BM)



Arsip Berita : 

    APLIKASI BINA MARGA
    SIPP
    SAK
    RKA-KL
    SIMAK-BMN
    SIMTOL
    GUNTINGAN BERITA
    MEDIA CETAK
    MEDIA ELEKTRONIK
    LINK TERKAIT

Pengunjung ke : 0
Tahun 2014


DitJen Prasarana Wilayah
 

Download : Acrobat Reader
Untuk Saran serta Kritik, Kontak Admin.
Copyright © INFOKOM 2011, All Rights Reserved.